YouTube Serius Blokir Akun yang Suka Blokir Iklan, Simak Dalihnya

Kreator konten atau pengguna YouTube harus punya lebih dari 50 subscriber lebih dulu agar bisa mengundang tamu atau co-host untuk mengadakan livestream bersama.

Jakarta, CNN Indonesia

YouTube mengakui sudah “meluncurkan upaya global” untuk menindak para pemblokir iklan di platform mereka.

“Platform ini telah melakukan upaya dalam skala global untuk mendorong pengguna mengizinkan iklan atau mencoba YouTube Premium”, kata manajer komunikasi YouTube Christopher Lawton dalam sebuah pernyataan kepada The Verge.

Jika pengguna mengalami pemblokiran YouTube, Anda mungkin melihat pemberitahuan yang mengatakan “pemutaran video diblokir kecuali YouTube masuk daftar yang diizinkan atau pemblokir iklan dinonaktifkan.”


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini juga termasuk permintaan untuk mengizinkan iklan atau mencoba YouTube Premium.

Anda mungkin juga mendapatkan keterangan YouTube terhadap pemblokir iklan, tapi masih dapat menonton video. Menurut The Verge, YouTube sekarang melakukan pemblokiran sepenuhnya hampir setiap saat.

YouTube juga mengonfirmasi mereka menonaktifkan video untuk pengguna yang memblokir iklan pada Juni. Namun, Lawton menjelaskan bahwa itu hanya sebagai “eksperimen kecil secara global” pada saat itu.

Kini, YouTube memperluas kebijakan pemblokirannya ini.

Menurut laporan Android Authority, selama beberapa minggu terakhir semakin banyak pengguna yang memasang pemblokir iklan tidak dapat menonton video YouTube.

Lawton menyatakan bahwa “penggunaan pemblokir iklan” melanggar persyaratan layanan platform, dan menambahkan bahwa “iklan mendukung beragam ekosistem kreator konten secara global dan memungkinkan miliaran orang mengakses konten favorit mereka di YouTube.”

YouTube telah membuat beberapa perubahan pada cara iklan beroperasi di platformnya tahun ini.

Perusahaan memperkenalkan iklan berdurasi 30 detik yang tidak dapat dilewati ke aplikasi TV-nya pada Mei dan kemudian mulai bereksperimen dengan jeda iklan yang lebih lama namun lebih jarang di aplikasi TV.

YouTube diduga berharap jeda iklan yang panjang akan mendorong lebih banyak pengguna untuk berlangganan YouTube Premium bebas iklan.

Namun, kenaikan biaya langganan sebesar US$2 (sekitar Rp32 ribu) dan penghentian paket Premium Lite yang lebih murah mungkin membuat opsi ini menjadi kurang menarik.

[Gambas:Video CNN]

(rfi/arh)




Sumber: www.cnnindonesia.com