Virgin Birth, Simak 8 Hewan yang Punya Bayi Tanpa Perlu Kawin

Sejumlah hewan betina menunjukkan

Daftar Isi



Jakarta, CNN Indonesia

Reproduksi aseksual memungkinkan sejumlah satwa tetap ‘perawan’ untuk punya anak alias virgin birth. Siapa saja hewan ini?

Bagi hewan-hewan ini, tidak perlu pejantan untuk bisa berkembang biak.

Proses partenogenesis, yang merupakan reproduksi aseksual alami dengan pertumbuhan dan perkembangan embrio terjadi dalam gamet (sel reproduksi seperti telur atau sperma) tanpa bergabung dengan gamet lain (atau peleburan sel telur dan sperma), memungkinkan hal itu terjadi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keturunannya cenderung hanya satu jenis kelamin, semuanya laki-laki atau sebaliknya seluruhnya perempuan.

Melansir LiveScience, ada hewan yang memang sehari-harinya bereproduksi dengan cara ini atau disebut sebagai partenogenesis obligat.

Sementara, ada pula hewan yang biasanya bereproduksi secara seksual tapi bisa melakukan virgin birth yang sangat jarang terjadi imbas kondisi khusus. Prosesnya disebut partenogenesis fakultatif.

Berikut delapan hewan yang bisa punya bayi tanpa perlu bercinta:

Komodo




Komodo, hewan endemik di NTT. (AFP/ROMEO GACAD)

Para ilmuwan pertama kali menemukan bahwa komodo (Varanus komodoensis) bisa melahirkan tanpa pejantan pada 2006.

Saat itu, hanya dua komodo yang hidup di Eropa. Salah satu komodo ini, seekor komodo betina di Kebun Binatang Chester di Inggris, melahirkan 25 butir telur, meski tidak pernah melakukan kontak dengan komodo jantan.

Hiu




Sharks photographed on a diving expedition to Bimini in the Bahamas.Ilustrasi. Hiu bonnethead menciptakan keajaiban di Inggris. (iStockphoto/Carlos Grillo)

Suatu pagi yang biasa di Kebun Binatang dan Akuarium Henry Doorly Omaha, penjaga kebun binatang terkejut menemukan hiu remaja berukuran 6,5 inci (16,5 sentimeter) di dalam tangki berisi tiga hiu bonnethead betina (Sphyrna tiburo).

Tak satu pun dari bonnethead betina itu pernah terpapar dengan jantan dari spesies tersebut di penangkaran. Mereka juga tidak memiliki bekas luka kawin dari spesies lain di dalam akuarium.

Kelahiran spontan seperti ini pernah dijelaskan oleh kemampuan betina menyimpan sperma dalam jangka waktu lama setelah diambil dari alam.

Namun, bonnethead betina dikumpulkan dari alam liar tiga tahun sebelumnya dan jauh sebelum mencapai kematangan seksual. Para ilmuwan pun mengesampingkan penjelasan ini.

Kejadian ini secara genetis menegaskan untuk pertama kalinya hiu menjalani partenogenesis.

Sejak saat itu, kelahiran perawan telah terlihat pada hiu zebra (Stegostoma tigrinum), hiu karang sirip hitam (Carcharhinus melanopterus) dan hiu anjing halus (Mustelus mustelus).

Burung kondor




An Andean condor named Yastay, meaning Elang kondor merupakan salah satu spesies yang terancam punah. (AP/Natacha Pisarenko)

Ketika ditempatkan bersama jantan, burung kondor California betina (Gymnogyps californianus) yang terancam punah terkadang memilih untuk memiliki bayi sendiri tanpa bercinta.

Dengan harapan membantu populasinya meningkat kembali, para peneliti di Kebun Binatang San Diego menempatkan burung kondor betina bersama seekor burung kondor jantan yang subur. Namun, sang jantan tidak dilirik.

Ahli genetika yang menguji sampel DNA di laboratorium menemukan dua anak jantan yang membawa dua salinan DNA identik induknya.

Serangga batang

Berbeda dengan hewan lain, partenogenesis pada serangga batang (genus Timema) tidak jarang terjadi. Makhluk ini berkembang biak secara eksklusif dengan cara tersebut selama jutaan tahun.

Namun, punya bayi tanpa hubungan seks bukanlah hal yang ideal. Dalam jangka panjang, reproduksi aseksual dapat berdampak negatif terhadap kemampuan hewan untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan seiring berjalannya waktu.

Bagaimana serangga Timema bisa bertahan begitu lama?

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan September di jurnal Proceedings of the Royal Society B mengamati delapan populasi dari empat spesies, yakni Timema genevievae, T. shepardi, T. monikensis dan T. douglasi.

Ternyata, mereka tak ‘suci-suci’ amat: dua dari empat spesies kadang-kadang melakukan reproduksi seksual, sehingga menciptakan variasi dalam kumpulan gen dan membatasi risiko.

Ular buta

Ular buta brahmana (Ramphotyphlops braminus) adalah spesies lain yang diperkirakan hanya bereproduksi secara aseksual. Hanya individu betina dari spesies ini yang pernah ditemukan.

Tardigrades




tardigradeTardigrade berukuran amat kecil. (iStockphoto/dottedhippo)

Tardigrade merupakan makhluk akuatik dan mikroskopis yang dikenal karena kemampuannya bertahan dalam kondisi ekstrem.

‘Beruang air’ gemuk ini bisa melakukan dua cara reproduksi; seksual dan aseksual. Namun, partenogenesis hanya umum terjadi di habitat danau dan darat.

Buaya




An Orinoco Crocodile (Crocodylus intermedius) is pictured at the Leslie Pantin Zoo in Turmero, Aragua state, Venezuela on April 8, 2023. - Some 220 specimens of a crocodile native to Venezuela and Colombia are released into the waters of the Capanaparo River, which runs through both countries, after being bred in captivity to save this huge predator from extinction. The Orinoco Crocodile (Crocodylus intermedius), which can exceed 6 metres in length and 400 kilos in weight, is critically endangered according to the International Union for Conservation of Nature (IUCN), a level of alert before its disappearance in its natural habitat. (Photo by Federico PARRA / AFP)Buaya pada dasarnya adalah binatang yang bereproduksi secara seksual. (AFP/FEDERICO PARRA)

Tahun ini, para ilmuwan mengungkap kasus pertama kelahiran pada buaya perawan. Setelah menghabiskan 16 tahun jauh dari jantan lain, seekor buaya Amerika betina (Crocodylus acutus) menghasilkan 14 butir telur.

Buaya betina tiba di kebun binatang Kosta Rika, Parque Reptilandia, pada 2002. Setelah itu, ia menghabiskan seluruh waktunya sendirian di kandangnya.

Meski buaya itu dapat menghasilkan telur yang telah dibuahi sendirian, telur tersebut pada akhirnya tidak dapat bertahan hidup.

Dari 14 ekor, hanya tujuh yang berkembang saat diinkubasi. Setelah dierami, hanya satu telur yang memiliki janin yang sudah terbentuk sempurna, namun bayi buaya tersebut lahir dalam keadaan mati.

Analisis DNA janin mengonfirmasi kecocokan genetik lebih dari 99,9 persen dengan buaya betina itu.

Ikan molly




Little Molly fish, Poecilia latipinna in fish tank or aquarium, underwater life concept.Salah satu spesies ikan molly pernah kedapatan berkembangbiak secara aseksual. (iStockphoto/pookpiik)

Salah satu jenis partenogenesis yang paling menakjubkan adalah partenogenesis yang bergantung pada sperma pada ikan molly Amazon (Poecilia formosa).

Nama molly ini diambil dari nama suku yang semuanya perempuan dalam mitologi Yunani yang hanya menggunakan laki-laki untuk bereproduksi, dan membunuh anak laki-laki saat lahir.

Seperti namanya, molly Amazon yang semuanya betina bergantung pada sperma jantan untuk memicu pembentukan sel telur yang telah dibuahi. Namun, ada kendalanya: pejantan berasal dari spesies terkait lainnya dan tidak menyumbangkan materi genetik pada telur.

[Gambas:Video CNN]

(tim/arh)



Sumber: www.cnnindonesia.com