Twitter Mulai Hapus Centang Biru Gratisan, Trump-Beyonce Terdampak

Akun Twitter centang biru berbayar bakal diluncurkan ulang pada 29 November, dengan akun verified lama yang tak berbayar bakal dihapus.

Jakarta, CNN Indonesia

Twitter mulai menghapus tanda verifikasi akun atau centang biru pada akun yang tidak membayar biaya langganan pada Kamis (20/4).

Mengutip AP News, sejumlah selebritas dunia juga ikut kehilangan centang biru di akunnya. Mereka adalah penyanyi Beyonce, pembawa acara Oprah Winfrey, dan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sementara, akun Paus Fransiskus, @pontifex, berganti jadi centang abu-abu penanda verifikasi pemimpin pemerintahan atau organisasi.

This account is verified because it is a government or multilateral organization account,” dikutip dari keterangan akun itu.

Penghapusan akun itu sempat memicu kisruh.

Akun Twitter resmi pemerintah Kota New York, yang sebelumnya memiliki tanda centang biru, lantas mengunggah tweet berisi pemberitahuan.

Ini adalah akun Twitter asli yang mewakili Pemerintah Kota New York. Ini adalah satu-satunya akun untuk @NYCGov yang dijalankan oleh pemerintah Kota New York,” kicau akun itu.

Namun, kicauan itu dibantah oleh akun lain yang baru dibuat. Akun baru ini mengaku sebagai akun resmi yang mewakili Pemerintah Kota New York.

Adapula akun lain yang mengaku sebagai Paus Fransiskus menyebut bahwa akun @NYC_GOVERNMENT adalah akun resmi yang mewakili Pemerintah Kota New York.

Banyaknya lembaga pemerintah, organisasi nirlaba, dan akun layanan publik di seluruh dunia tidak lagi terverifikasi menimbulkan kekhawatiran.

Twitter dinilai dapat kehilangan statusnya sebagai platform untuk memperoleh informasi akurat dan terkini dari sumber otentik, termasuk dalam keadaan darurat.

Sementara itu, Twitter menawarkan centang emas untuk organisasi terverifikasi dan centang abu-abu untuk organisasi pemerintah dan afiliasinya.

Kendati demikian, tidak jelas bagaimana Twitter membagikan tanda centang tersebut. Selain itu, banyak akun agensi dan layanan publik yang diverifikasi sebelumnya juga tak tampak mendapat tanda centang tersebut pada Kamis.

Disebutkan bahwa biaya untuk berlangganan tanda verifikasi pada Twiiter berkisar dari US$8 (Rp119 ribuan) per bulan untuk pengguna web perorangan.

Sementara, harga verifikasi organisasi dipatok US$1.000 (Rp14,9 jutaan) per bulan ditambah US$50 (Rp747 ribuan) per bulan untuk setiap akun afiliasi atau karyawan.

Pengguna yang masih memiliki centang biru, Kamis (20/4), mendapat pesan yang menunjukkan bahwa akun tersebut diverifikasi karena mereka berlangganan Twitter Blue dan memverifikasi nomor telepon mereka.

Namun, hal ini tidak berarti mengonfirmasi identitas orang yang bersangkutan.

Developer Software yang berbasis di Berlin, Travis Brown, menganalisis bahwa sebanyak kurang dari 5 persen akun Twitter lama yang diverifikasi telah membayar untuk bergabung dengan Twitter Blue.

Akun centang biru versi lama diberikan secara gratisan sebagai tanda bahwa akun itu identitasnya terverifikasi. Sejak Elon Musk membeli Twitter, fitur ini mulai dibisniskan berupa penerapan biaya langganan.

(pop/arh)


[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com