Twitter Bagi-bagi Duit Secara Global, Cek Caranya

Logo baru Twitter mulai dipamerkan secara luas hingga dipasang sebagai profil picture pemiliknya, Elon Musk.

Jakarta, CNN Indonesia

Platform media sosial Twitter–yang kini berganti menjadi X–mulai membagikan pendapatan iklan kepada kreator konten yang sudah terverifikasi di seluruh dunia.

Ini lah waktunya: Ads Revenue Sharing kini tersedia untuk kreator yang memenuhi syarat di seluruh dunia. Siapkan pembayaran dari dalam Monetization untuk mendapatkan bayaran atas postingan,” cuit akun resmi @X, Sabtu (29/7).

Kami ingin X menjadi tempat terbaik di internet untuk mencari nafkah sebagai kreator dan ini adalah langkah pertama kami untuk memberi Anda imbalan atas upaya Anda,” lanjutnya.

Perusahaan mengumumkan program Ads Revenue Sharing ditujukan bagi para kreator yang memenuhi syarat di seluruh dunia.

Pemilik X, Elon Musk mengatakan pihaknya bertujuan membagikan US$5 juta (setara Rp75,5 miliar dengan kurs US$1= Rp15.103) pada putaran pertama pembayaran kreator.

Ini akan bersifat kumulatif dari bulan Februari dan seterusnya,” kata Musk.

Linda Yaccarino, CEO X menyebut program Ads Revenue Sharing merupakan “game changer untuk para kreator kami”. Setelah program ini berjalan, beberapa kreator memposting bahwa mereka telah menerima pembayaran yang cukup besar sebagai hasilnya.

Cara mendapat cuan dari X

Dikutip dari situs blog X, untuk mendapatkan cuan dari platform media sosial tersebut, kreator konten harus memenuhi sejumlah syarat. Misalnya, kreator harus berlangganan Blue (sebelumnya dikenal Twitter Blue) dan harus memiliki “setidaknya memiliki impresi sebanyak 15 juta dari postingan kumulatif dalam dalam tiga bulan terakhir.”

Selain itu, pengguna harus memiliki setidaknya 500 pengikut agar postingan tersebut dapat dimonetisasi.

X memonetisasi iklan yang ditayangkan dalam balasan pada postingan kreator untuk menentukan pembayaran, bukan iklan yang ditayangkan di timeline utama X. Hal ini memberikan insentif kepada kreator untuk memposting hal-hal yang mendorong banyak percakapan.

Meskipun hal tersebut dapat menimbulkan opini kontroversial dan konten ekstrem lainnya, X telah memberikan batasan tentang apa yang diizinkan. Misalnya, konten seksual, kekerasan, perilaku kriminal, perjudian, narkoba, alkohol, dan “skema untuk menjadi kaya” tidak diizinkan.

Selanjutnya, kreator juga tidak dapat mencoba memonetisasi konten berhak cipta yang tidak mereka miliki.

Dengan pengumuman tersebut, program ini sekarang sudah tersedia secara global untuk para kreator yang memenuhi persyaratan kelayakan, mengutip Tech Crunch.

Selain peluncuran global, Elon Musk juga menyebut pengguna bulanan X mencapai titik tertinggi baru pada tahun 2023, bahkan setelah penghapusan bot.

Dalam sebuah postingan, Elon mengunggah sebuah grafik menunjukkan bahwa Twitter–sekarang bernama X– pada satu titik mencapai 541,5 juta pengguna bulanan, tetapi tidak diberi label untuk menunjukkan bulannya.

Tidak jelas juga bagaimana Musk menentukan apa yang memenuhi syarat sebagai “penggunaan bulanan”, dibandingkan dengan standar industri pengguna aktif bulanan.

Namun, grafik ini berbeda dengan yang dibagikan oleh pihak lain menggunakan alat pengukuran pihak ketiga, termasuk CEO Cloudflare Matthew Prince.

Matthew baru-baru ini menunjukkan penurunan trafik ke domain Twitter. Similarweb juga melaporkan penurunan trafik Twitter bersamaan dengan peluncuran Threads.

[Gambas:Video CNN]

(can/dmi)


[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com