Transformasi Digital Elemen Penting Reformasi Birokrasi

Bagaimana nasib modem Orbit pasca-integrasi IndiHome ke Telkomsel? Mungkinkah masih dipertahankan?


Jakarta, CNN Indonesia

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo terus mempercepat penyelesaian dan optimalisasi program pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan informasi untuk mendukung transformasi digital nasional.

Percepatan transformasi digital itu mencakup Pembangunan Base Transceiver Station (BTS), jaringan serat optik Palapa Ring, dan pengoperasian Satelite Republik Indonesia (SATRIA)-1.

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengatakan, percepatan transformasi digital merupakan cara cepat dan tepat untuk menghadapi perubahan, tantangan dan peluang dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan arti penting kecepatan dan manfaat bagi masyarakat sebagai tolok ukur keberhasilan transformasdi dalam lingkungan birokrasi agar Indonesia bisa bersaing dengan negara lain di dunia.

“Presiden menekankan prosedur penting, tapi output jauh lebih penting. Faktor kecepatan dalam pengambilan kebijakan tetap mempertimbangkan proses dan prosedur yang baik dan tata kelola governance yang baik tapi tanpa mengabaikan kecepatan itu sendiri,” kata Budi Arie beberapa waktu lalu.

Menurut Menkominfo, transformasi menjadi salah satu aspek penting dalam tata kelola pemerintahan. Terutama dalam melakukan reformasi birokrasi pemerintahan.

“Transformasi merupakan elemen yang tidak bisa dipisahkan dari reformasi birokrasi. Karena itu, saya meminta segenap sivitas Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk terus mengawal proses reformasi birokrasi,” ungkapnya.

Masih berkaitan dengan transformasi, Budi Arie menyatakan pada tingkat global hanya sekitar 20 persen transformasi sektor publik yang berhasil mencapai tujuan.

Meski demikian, menurutnya, fokus pada peningkatan kinerja dan kesehatan organisasi termasuk melalui perubahan dan penyesuaian birokrasi dapat meningkatkan peluang keberhasilan transformasi organisasi sektor publik sebesar 79 persen.

“Kita bisa belajar dari data-data tersebut,” ujar.

Karena itu, Menkominfo menyatakan tidak hanya sekadar nilai Indeks Reformasi Birokrasi yang memiliki arti penting. “Yang terpenting bagaimana kinerja birokrasi dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat,” tandasnya.

Budi Arie menyatakan cita-cita untuk memajukan tata kelola kementerian yang baik membutuhkan komitmen nyata dan perbaikan berkesinambungan pada berbagai aspek tata kelola pemerintahan. Setidaknya ada empat elemen yang perlu didorong oleh organisasi sektor publik agar dapat bertransformasi dengan baik.

“Pertama tujuan aspiratif yang terukur. Kedua inisiatif pratiks yang terbuka terhadap masukan. Ketiga mekanisme eksekusi dan evaluasi yang efektif, serta yang keempat tim trasnformasi yang kompeten,” tuturnya.

Menkominfo mengharapkan implementasi Reformasi Birokrasi Kementerian Kominfo dapat berjalan dengan lincah, gesit, dan andal. Selain itu, bisa menyelesaikan problematika yang ada termasuk menjaga dan meningkatkan Indeks Reformasi Birokrasi.

“Bahkan saya harap dapat mencapai nilai di atas 90 di kemudian hari. Jangan sampai kita mudah berpuas diri, terus tingkatkan mutu kinerja dan layanan Kementerian Kominfo yang efektif, efisien, akuntabel dan profesional,” ungkapnya.

Budi Arie pun mengapresiasi Kementerian PANRB dan Tim Pengelola Reformasi Birokrasi Kementerian Kominfo yang menjalankan mandat reformasi birokrasi dan pendampingan yang diberikan kepada Kominfo.

“Terimakasih kepada Kementerian PANRB atas pendampingan tiada henti yang diberikan kepada Kementerian Kominfo,” kata dia.

(osc)



Sumber: www.cnnindonesia.com