TikTok Shop Comeback, Menkominfo Wanti-wanti Barang Impor

Menkominfo Budi Arie Setiadi merespons kembali beroperasinya TikTok Shop yang sempat hiatus karena terbentur regulasi.


Jakarta, CNN Indonesia

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi merespons kembali beroperasinya TikTok Shop yang sempat hiatus karena terbentur regulasi. TikTok Shop berhasil comeback setelah menjalin kongsi dengan Tokopedia.

“Kita selama sesuai dengan peraturan perundang-undangan kita dukung. Tapi yang pasti gini, jangan banyak barang impor,” ujar Budi di acara Kick Off Digital DWP Kominfo Makin Cakap dan Bijak di Ruang Digital di Jakarta, Rabu (13/12).

Menurutnya, hal tersebut perlu diperhatikan untuk melindungi UMKM lokal.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Nanti kalau banyak barang impor kasihan UMKM kita. Ini bukan barang impor ilegal atau legal. Jangan banyak barang impor,” tuturnya.

TikTok Shop resmi kembali buka pada Selasa (12/12) setelah resmi bermitra dengan Tokopedia. Dalam pernyataan resmi bersama yang dirilis pada Senin (11/12), melalui kemitraan yang baru terjalin, bisnis Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia akan dikombinasikan di bawah PT Tokopedia.

Selain itu, fitur layanan belanja dalam aplikasi TikTok di Indonesia akan dioperasikan dan dikelola oleh PT Tokopedia.

“Kemitraan strategis ini akan diawali dengan periode uji coba yang dilaksanakan dengan konsultasi dan pengawasan dari kementerian serta lembaga terkait. Program yang akan diluncurkan di masa uji coba ini adalah kampanye Beli Lokal dimulai pada 12 Desember 2023 bertepatan dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas),” ujar mereka.

Menurut pantauan CNNIndonesia.com pada Rabu (13/12), laman Shop di aplikasi TikTok sudah dapat kembali diakses dan menjajakan berbagai produk dari penjual. Laman tersebut kini lekat dengan nuansa hijau yang menjadi identitas Tokopedia.

Pengguna TikTok kini bisa kembali melakukan aktivitas belanja di platform entertainment tersebut.

Namun, menurut Kementerian Perdagangan (Kemendag), transaksi jual beli di TikTok Shop harus dipindahkan ke Tokopedia usai kedua platform tersebut menjalin kerja sama.

Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik dan Perdagangan Jasa Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Rifan Ardianto menyebut alasannya saat ini TikTok baru mengantongi izin sebagai social commerce.

“Kurang lebih harusnya seperti itu (transaksi di Tokopedia) dari sisi regulasi,” kata Rivan di Tokopedia Tower, Jakarta, Selasa (12/2).

Rifan menjelaskan proses peralihan transaksi ke Tokopedia akan berlangsung dalam tiga hingga empat bulan ke depan.

TikTok sebelumnya resmi menghentikan operasional TikTok Shop pada 3 Oktober akibat aturan dari Kementerian Perdagangan yang melarang media sosial yang merangkap media perdagangan daring atau social commerce.

“Prioritas utama kami adalah untuk menghormati dan mematuhi peraturan dan hukum yang berlaku di Indonesia,” ujar TikTok Indonesia dalam sebuah pernyataan, Selasa (3/10).

“Dengan demikian, kami tidak akan lagi memfasilitasi transaksi e-commerce di dalam TikTok Shop Indonesia, efektif per tanggal 4 Oktober, pukul 17.00 WIB,” lanjut perusahaan.

(lom/dmi)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com