TikTok Diduga Beri ‘Karpet Merah’, Minim Sensor Buat Akun Khusus

Menkop UKM Teten Masduki mengklaim Project S TikTok berpotensi jadi ancaman terhadap UMKM lokal. Makhluk macam apa itu?

Jakarta, CNN Indonesia

Platform media sosial asal China, TikTok diduga memberikan ‘karpet merah‘ atau perlakuan khusus ke akun-akun tertentu. Bentuknya, moderasi konten alias sensor yang lebih toleran terhadap konten dari akun-akun tertentu.

Permintaan untuk tidak terlalu ketat memoderasi konten itu ditekankan dalam sebuah pertemuan dengan para moderator atau pihak yang memoderasi konten.

Sejumlah dokumen komunikasi internal menunjukkan staf di platform video pendek itu membuat semacam hierarki pengguna, dengan individu atau kelompok tertentu diberi tag internal yang memungkinkan mereka untuk mendapatkan kelonggaran.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akun-akun tertentu, yang tampaknya penting, diberi tag internal, dan ini tidak muncul di akun-akun lain. Penanda yang menunjukkan status yang lebih tinggi adalah tag ‘super account’, ‘super account super account’, ‘Top PGC’, dan ‘Top Creator’.

Top Kreator digunakan sebagai istilah umum untuk penyebutan ini, meski dalam beberapa kasus, istilah ini juga digunakan sebagai tag tingkat pengguna untuk akun individu.

Seorang anggota staf TikTok mengatakan “Tidak ada yang mengerti apa itu akun super, tetapi kami diberitahu untuk lebih berhati-hati.”

TikTok menegaskan ini bukan kebijakan perusahaan. Mereka mengatakan tidak akurat jika mengatakan staf diminta untuk tidak terlalu membatasi akun-akun tertentu, mengutip The Guardian.

Mereka mengatakan pedomannya diterapkan pada semua orang yang menggunakan aplikasi ini.

Permintaan khusus

Menurut pesan-pesan internal tersebut, moderator yang bertanggung jawab untuk mengawasi ribuan unggahan per hari di seluruh Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, diminta untuk mengikuti saran informal terkait kreator top, yang tampaknya mengenyampingkan pedoman resmi TikTok.

Sebuah informasi menyatakan tag kreator teratas tidak muncul di Opus, sebuah portal besar yang terdiri dari seperangkat pedoman resmi yang seharusnya diikuti oleh moderator TikTok.

Sebaliknya, tag tersebut sepertinya digunakan para penasihat, yang menggunakan istilah kreator top dalam obrolan internal untuk mendeskripsikan pengguna tertentu.

Berdasarkan komunikasi internal itu, para moderator telah diinstruksikan untuk memberikan perlakuan yang lebih longgar kepada akun-akun yang memiliki tag tersebut dibandingkan dengan akun pengguna lain.

Dalam sebuah pesan yang dikirim oleh seorang penasihat kepada sebuah grup yang terdiri dari lebih dari 70 moderator dengan judul yang menyertakan kata-kata “kreator top”, sarannya adalah untuk “lebih lunak” terhadap hal-hal yang digambarkan sebagai “edge cases“.

Anggota staf TikTok mengatakan, “Saya memahaminya berarti bahwa jika Anda menganggap sebuah video sebagai edge case, maka Anda diminta untuk tidak menerapkan kebijakan jika video tersebut adalah kreator top.”

TikTok menyatakan tidak mengenal istilah “edge case“. Istilah “edge case” mengacu pada video yang masuk kategori melanggar pedoman platform milik Bytedance itu.

Istilah ini juga muncul dalam perangkat lunak yang menjalankan sistem banding konten resmi, yang disebut Rock.

Akun-akun yang mendapat perlakuan “spesial” itu di antaranya akun Russel Brand, aktor dan komedian yang tengah menghadapi berbagai tudingan pelecehan seksual. Kemudian, akun milik Manchester United, bintang pop Sam Smith, dan YouTuber Ethan Payne.

Tidak ada indikasi bahwa individu-individu tersebut mengetahui tag yang disematkan kepada mereka.

Permintaan kepada moderator tersebut bertentangan dengan pedoman TikTok, yang mengatakan aturannya harus berlaku untuk “semua orang dan semua hal” di platform mereka.

Beberapa penunjukan, dan permintaan untuk menjadi lebih lunak, telah membuat seorang staf kebingungan. Ia mengatakan, “Bagaimana Anda bisa melakukan hal itu terhadap sesuatu yang belum Anda definisikan dengan benar?”

Dalam satu kasus, sebutan akun super didefinisikan sebagai label untuk selebriti populer. Dalam kasus lain, akun super terdaftar di antara subjudul “label khusus”; label lainnya adalah “akun institusional”.

TikTok bersikeras bahwa istilah-istilah tersebut tidak digunakan oleh tim kepercayaan dan keamanan dan tidak akurat untuk melaporkan sebaliknya.

Dari contoh-contoh yang di atas, tidak semua akun figur publik diberi status akun super.

Akun super hingga high influencer creator di halaman berikutnya…




Sumber: www.cnnindonesia.com