Tes Perdana, Bard Saingan ChatGPT Salah Jawab soal Teleskop James Webb

ChatGPT, platform chatbot, menuai decak kagum lantaran kemampuan membuat artikel selevel copywriter. Simak cara menggunakannya di sini.

Jakarta, CNN Indonesia

Platform chatbot dengan Artificial Intelligence (AI) milik Google, Bard, melakukan kesalahan fatal pada saat unjuk kebolehan untuk pertama kalinya. Apa kesalahannya?

Dalam demo yang diunggah Google di Twitter, seorang pengguna bertanya kepada Bard “Penemuan baru apa dari Teleskop Luar Angkasa James Webb yang dapat saya ceritakan kepada anak saya yang berusia 9 tahun?”

Bard kemudian menanggapi dengan serangkaian poin-poin, termasuk mengatakan “JWST mengambil gambar pertama dari sebuah planet di luar tata surya kita sendiri”.

Padahal, menurut NASA, gambar pertama planet ekstrasurya atau planet apa pun di luar tata surya kita diambil oleh Very Large Telescope milik European Southern Observatory yang dilakukan hampir dua dekade lalu.

Dikutip dari CNN, saham perusahaan induk Google, Alphabet, turun 7,7 persen atau senilai US$100 miliar dari nilai pasar usai kesalahan fatal yang dilakukan Bard.

Kesalahan Bard menyoroti tantangan bagi Google saat berlomba untuk mengintegrasikan teknologi AI yang sama yang mendukung ChatGPT yang didukung Microsoft ke dalam mesin pencari besutannya.

Seperti ChatGPT, Bard dilatih lewat kumpulan data online yang sangat banyak untuk menghasilkan respons yang menarik terhadap permintaan pengguna.

Para ahli telah lama memperingatkan bahwa alat ini berpotensi menyebarkan informasi yang tidak akurat.

Dalam upaya untuk mengatasi masalah itu, Google mengatakan Bard pertama kali akan diuji publik pada minggu ini dan akan tersedia untuk umum dalam beberapa minggu mendatang.

“Ini menyoroti pentingnya proses pengujian yang ketat, sesuatu yang kami mulai pekan ini dengan program Trusted Tester,” ujar juru bicara Google kepada CNN.

Google mengatakan perusahaan akan menggabungkan umpan balik eksternal dengan pengujian internal untuk memastikan respons Bard bisa memenuhi standar kualitas, keamanan dan landasan tentang informasi dunia nyata.

Google meluncurkan Bard awal pekan ini sebagai bagian untuk bersaing dengan kesuksesan viral ChatGPT, yang telah digunakan untuk menghasilkan esai, lirik lagu, dan pertanyaan pengguna.

Popularitas ChatGPT yang meroket dilaporkan telah mendorong manajemen Google menyatakan situasi ‘red code’ untuk produk pencarian andalan raksasa teknologi itu.

Sebelumnya, dikutip dari The Verge, Google mengadakan acara di kantornya di Paris di mana raksasa teknologi itu merinci rencana menggunakan teknologi AI untuk secara radikal mengubah cara orang mencari informasi di Google pencari.

Acara itu digelar satu hari setelah pesaingnya, Microsoft mengumumkan Bing versi penambahan AI yang lebih canggih dengan memboyong ChatGPT di mesin pencarinya.

Dalam presentasi hari Rabu, seorang eksekutif Google menggoda rencana menggunakan teknologi ini untuk menawarkan tanggapan yang lebih kompleks.

(can/arh)






Sumber: www.cnnindonesia.com