Targetkan Kirim Astronaut 2029, Iran Klaim Terbangkan Hewan ke Orbit

Iran mengaku berhasil meluncurkan roket


Jakarta, CNN Indonesia

Iran berhasil meluncurkan roket “bio kapsul asli” yang merupakan bagian dari ambisi peluncuran astronaut mereka ke orbit pada akhir 2029.

Roket tersebut diluncurkan pada Rabu, 6 Desember 2023 dan kapsul tersebut mencapai ketinggian 80 mil (130 km). Kapsul berbobot 500 kg itu meluncur dengan bantuan Roket Salman.

Al Jazeera melaporkan kapsul itu turut membawa hewan-hewan ke orbit. Menteri Telekomunikasi Isa Zarepour membenarkan kabar tersebut, tapi tidak menjelaskan secara rinci soal satwa yang ‘diajak’ ke orbit di dalam kapsul ini.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlepas dari hewan apa pun yang ada di dalamnya, Badan Antariksa Iran mengatakan kapsul ini akan membantu mereka mengirimkan astronautnya ke luar angkasa.




Roket Iran terbang mengangkut sejumlah satwa ke orbit. (Iranian Defense Ministry via AP)

“Sejalan dengan implementasi dokumen sepuluh tahun industri luar angkasa negara, program ‘Kehidupan di Luar Angkasa’ dihidupkan kembali dan segera, Insyaallah, uji suborbital dari ‘bio-kapsul’ generasi baru akan sepenuhnya dilakukan oleh orang Iran,” kata Menteri Komunikasi Iran Eisa Zarepour.

Upaya Iran mengirimkan hewan ke luar angkasa,dimulai dari pertengahan tahun 2000-an dan berhasil melakukan peluncuran pertamanya pada tahun 2010.

Iran melaporkan pada 2013 mereka mengirim dua monyet ke luar angkasa dan membawa mereka kembali. Klaim ini sempat diperdebatkan.

Pada Rabu (6/12), Dalirian mengklaim pemerintahan Presiden Ebrahim Raisi “secara efektif menghidupkan kembali” upaya untuk mencapai tujuan jangka panjang Iran dalam mengirim manusia ke luar angkasa.

Terlepas dari target Iran mengirim astronaut ke luar angkasa yang menurut seorang pejabat senior dilakukan pada akhir 2029, mengutip Space, negara tersebut saat ini hanya mampu meluncurkan satelit kecil ke orbit rendah Bumi.

Mereka dinilai perlu mengembangkan kendaraan peluncuran yang jauh lebih besar dan lebih andal, kapsul awak dan sistem pendukung kehidupan, teknologi masuk kembali yang membutuhkan terobosan material, sistem parasut, dan banyak lagi.

Iran akan menghadapi kesulitan untuk mengakses teknologi karena berada di bawah sanksi AS, tetapi negara ini baru-baru ini meningkatkan kerja sama luar angkasanya dengan Rusia, menandatangani kesepakatan untuk satelit baru.

Beberapa negara mengembangkan teknologi antariksa dan roketnya secara tertutup. Selain Iran, ada pula Korea Utara dan China. Alhasil, klaim-klaim mereka tak bisa diverifikasi secara penuh.

[Gambas:Video CNN]

(rfi/dmi)



Sumber: www.cnnindonesia.com