Tantang TikTok, YouTube Shorts Rilis Fitur Video Duet

YouTube Shorts, yang sebelumnya cuma punya tayangan vertikal seperti layar Hp, bakal merilis fitur tayangan horizontal yang pas dilayar TV.

Jakarta, CNN Indonesia

Fitur video vertikal milik Google, YouTube Shorts, tak mau kalah dengan TikTok dengan merilis fitur video duet bernama ‘Collab’.

Perbaruan fitur itu datang dengan sederet fitur-fitur baru yaitu menambahkan efek, stiker, siaran langsung, dan fitur lainnya yang bertujuan untuk mendorong inspirasi kreator.

“Collab adalah alat kreasi baru yang memungkinkan Anda merekam video Shortss dalam format berdampingan dengan video YouTube atau Shorts lainnya,” seperti dikutip YouTube dalam situs blog resminya.

Perusahaan juga memulai uji coba pengalaman live vertikal yang membantu para kreator untuk dapat ditemukan di feed utama Shorts.

YouTube mengklaim Shorts kini ditonton oleh lebih dari 2 miliar pengguna aktif. Hal ini mendorong peluncuran lebih banyak fitur untuk meningkatkan pengalaman Shorts bagi para kreator.

Salah satu fitur baru yang hadir mulai hari ini adalah ‘Collab’, sebuah cara bagi kreator untuk merekam Shorts dalam format berdampingan dengan video YouTube atau Shorts lainnya.

Fitur ini bergabung dengan alat editing lainnya seperti Green Screen dan Cut, yang memungkinkan kreator memotong klip berdurasi satu hingga lima detik dari video YouTube atau Shorts untuk di-remix ke dalam Shorts mereka.

Sementara itu, Collab menawarkan berbagai opsi tata letak berdampingan untuk format layar terpisah dan tersedia dari opsi “Remix” yang sama dalam satu video.

Fitur Collab di YouTube Shorts akan hadir lebih dulu di iOS dan menyusul Android.

YouTube juga menambahkan stiker Tanya Jawab (QNA) yang memungkinkan para kreator mengajukan pertanyaan kepada audiens mereka dan mendapatkan tanggapan di kolom komentar.

Selain itu, para kreator kini dapat membalas komentar dengan video pendek untuk melanjutkan percakapan fitur yang mirip dengan yang ada di TikTok.

Dikutip dari TechCrunch, Shortss telah mengalami pertumbuhan yang sehat sejak debutnya berkat integrasi yang mendalam ke dalam platform YouTube.

Pada tahun lalu, perusahaan mengatakan 1,5 miliar pengguna YouTube, telah menonton Shortss dan jumlah tersebut bertambah setengah miliar lagi pada pengumuman pendapatan bulan ini.

Perusahaan mengklaim bahwa “waktu menonton dan monetisasi bergerak ke arah yang benar”, tanpa menyebutkan metrik yang tepat.

[Gambas:Video CNN]

(can/arh)





Sumber: www.cnnindonesia.com