Tanpa End-to-end Encryption, Apa Telegram Tetap Aman?

Telegram diduga tak memiliki fitur end-to-end encryption seperti di Whatsapp. Lantas, apa platform ini tetap aman?

Jakarta, CNN Indonesia

Telegram menjadi aplikasi perpesanan yang menjadi salah satu pesaing Whatsapp. Hanya saja, aplikasi tersebut dituding tidak memiliki fitur enkripsi ujung ke ujung (end-to-end encryption) sehingga kerahasiaan pesan pengguna dipertanyakan.

Tudingan itu datang dari pimpinan Whatsapp, Will Catchart. “Saya tidak akan menggunakan Telegram untuk keperluan pribadi.Tak seperti WhatsApp, Telegram tidak memiliki enkripsi end-to-end default dan tidak ada cara untuk mengaktifkannya untuk grup. Itu berarti Telegram memiliki salinan pesan Anda, dan itu membuat saya risau,” kicaunya di Twitter.

Pernyataan tersebut dikeluarkan Catchart membalas serangan CEO Telegram, Pavel Durov. Durov menuduh Whatsapp telah digunakan sebagai alat pengawasan selama 13 tahun lantaran masalah yang selalu ada setiap tahun.

“Saya tidak mendorong orang untuk pindah ke Telegram. Dengan 700 juta+ pengguna aktif dan 2 juta+ pendaftaran harian, Telegram tidak memerlukan promosi tambahan. Anda dapat menggunakan aplikasi perpesanan apa pun yang Anda suka, tetapi jauhi WhatsApp,itu sekarang menjadi alat pengawasan selama 13 tahun,”kicau Durov di kanal Telegram-nya, dikutip dari Business Today, Sabtu (8/10).

Hal itu membuat data-data pengguna Whatsapp menjadi tidak aman. Para hacker, kata Durov, cukup mengirim video berbahaya atau melakukan panggilan video untuk meretas. “Yang mesti dilakukan hacker untuk mengendalikan ponsel Anda adalah mengirim video berbahaya atau memulai panggilan video dengan Anda di WhatsApp,” ucap Durov.

Melansir Tech Target, end-to-end encryption merupakan salah satu metode untuk menjaga keamanan komunikasi dan mencegah pihak ketiga mengakses data ketika pesan ditransfer dari satu sistem atau perangkat ke yang lainnya.

Dalam metode ini, data pesan dienkripsi di sistem pengirim dan hanya bisa diakses oleh penerima yang telah ditetapkan sebelumnya. Alhasil, ketika dalam perjalanan, pesan tidak bisa dilihat oleh penyedia internet (ISP) dll.

Lantas, apakah Telegram aman meski tanpa fitur ini?

Dalam rilis resminya, Telegram mengklaim tetap menjunjung privasi pengguna. Mereka juga memiliki fitur secret chat dan self destruct, sehingga pesan bisa hancur dengan sendirinya.

“Untuk privasi ekstra, Telegram juga mendukung panggilan suara terenkripsi, dengan pengaturan lanjutan dan kebijakan yang revolusioner. Jika pengguna menginginkan privasi, Obrolan Rahasia(Secret Chat)di perangkat kami memiliki fitur Self-Distruct yang akan menghapus pesan, foto, dan video dengan sendirinya,” tulis Telegram.

Telegram mengklaim fitur ini tidak dimiliki oleh aplikasi lain sejenis. Telegram juga menegaskan, pengguna “harus memegang penuh kendali atas data pribadi mereka”.

“Sebuah fitur yang tidak ditawarkan oleh banyak pesaingnya. Dengan fitur ini, transisi kamu ke Telegram tidak hanya akan menjadi proses yang nyaman, tetapi kamu juga dapat memastikan bahwa data kamu tetap terlindungi dengan terjaganya kerahasiaan pesan kamu,” tulisnya.

Selain Secret Chat, Telegram juga membiarkan pengguna tidak menampilkan nomor ponsel mereka. Sebagai gantinya, pengguna akan diberikan kebebasan untuk memilih username sesuai keinginan.

“Telegram juga memberikan pilihan bagi penggunanya untuk tidak menampilkan nomor telepon pada akun mereka. Pengguna justru diberi kebebasan untuk memilih username sesuai keinginan mereka. Telegram juga menyediakan cara bagi pengguna untuk membeli dan menjual username Telegram mereka melalui lelang di platform Fragment,” kata Telegram.

Lebih lanjut, Telegram juga mengklaim punya beberapa keunggulan lain. Ukuran aplikasi yang ringan, kapasitas penyimpanan yang tak terbatas, serta ketersediaan di berbagai platform juga disebut Telegram sebagai keuntungan bagi pengguna.

“Sebagai aplikasi pesan singkat berbasis cloud dengan sinkronisasi tanpa batas, Telegram memungkinkan pengguna untuk mengakses pesan mereka dari berapa perangkat sekaligus. Pengguna dapat mengakses Telegram dari smartphone, tablet, dan komputer secara bersamaan tanpa perlu khawatir pesan mereka tidak tersinkronisasi di berbagai perangkat tersebut,” tulisnya.

[Gambas:Video CNN]

(lth)






Sumber: www.cnnindonesia.com