Supermoon Siap Tampil Malam Ini, Simak Bedanya dengan Purnama Biasa

Supermoon mengorbit sedikit lebih dekat ke Bumi daripada rata-rata Bulan, sehingga tampak sedikit lebih besar dan lebih terang.

Jakarta, CNN Indonesia

Fenomena Bulan Purnama super (Supermoon) atau bulan purnama ini akan menghiasi langit malam ini, Selasa (1/8). Lalu, apa bedanya Supermoon dengan Bulan Purnama biasa?

Supermoon mengorbit sedikit lebih dekat ke Bumi daripada rata-rata Bulan, sehingga tampak sedikit lebih besar dan lebih terang. Itu terjadi karena Bulan memiliki orbit elips Bumi.

Bulan memiliki jarak perigee (terdekat) dan apogee (terjauh). Jarak rata-rata perigee dan apogee masing-masing dapat berkisar 363.400 hingga 405.500 kilometer, mengutip Live Science.

Perbedaan ukuran antara Supermoon dan Bulan Purnama biasa mungkin tidak langsung terlihat dengan mata telanjang. Namun, fenomena ini masih bisa dapat dilihat langsung oleh mata manusia.

Peneliti di Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaludin mengungkap fenomena antariksa itu sama seperti melihat fenomena Bulan Purnama biasa.

“Supermoon adalah purnama terdekat, sehingga ukurannya lebih besar dari rata-ratanya. Mengamati Supermoon sama dengan mengamati purnama biasa,” kata Thomas saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (31/7).

Thomas menjelaskan fase purnama adalah kondisi di saat seluruh permukaan bulan yang menghadap ke Bumi memantulkan cahaya Matahari. Jarak antara Bumi dan Bulan saat itu mencapai 357.528 kilometer.

Masyarakat dapat melihat langsung fenomena Supermoon tanpa alat penglihatan tambahan dan bisa diamati sepanjang malam. Fenomena Supermoon ini bisa dilihat semenjak matahari terbenam dan Bulan mulai terlihat di ufuk timur sampai menjelang terbenam di ufuk barat saat pagi hari.

Fenomena Supermoon akan berlangsung di Indonesia pada Rabu (2/8) mulai pukul 01.31 WIB, 02.31 WITA, dan 03.31 WIT.

Bulan Purnama Agustus dikenal sebagai Sturgeon Supermoon merupakan yang pertama dari dua Bulan Purnama pada bulan Agustus. Bulan ini akan lebih terang 99 persen ketika terbit di timur saat senja, berlawanan dengan Matahari terbenam.

Pada puncaknya, Supermoon akan berada pada 357.311 kilometer dari pusat Bumi, menjadikannya Supermoon terbesar kedua di tahun 2023. Sturgeon Supermoon ini disebut bakal memiliki ukuran serupa dengan Bulan Purnama Super yang akan terjadi 30 Agustus nanti.

(tim/dmi)


[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com