Sukses BAKTI Kominfo Dorong Kemajuan BUMDes di Perbatasan Indonesia

BAKTI buka suara soal produknya yang tak banyak dipakai oleh penyedia layanan internet (ISP).

Jakarta, CNN Indonesia

Kehadiran Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Desa Kaliau, Kecamatan Sajingan Besar, Kalimantan Barat terbukti membawa manfaat bagi warga setempat.

Berbatasan langsung dengan Malaysia, Desa Kaliau menjadi salah satu desa terdepan di Indonesia, yang mana juga menjadi sasaran tugas BAKTI Kominfo, yakni memperluas akses internet dan memperkuat infrastruktur digital khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terpencil, terdepan).

Dengan kolaborasi yang diinisiasi oleh seorang pemuda setempat bernama Van Bastian, BAKTI Kominfo berhasil menghadirkan akses internet bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bangkat Barage. Kini, BUMDes Bangkat Barage berperan sebagai penyedia jasa internet dengan sejumlah model bisnis.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur BUMDes Bangkat Barage, Abelnus menyatakan bahwa pelayanan penyediaan akses internet oleh BUMDes Bangkat Barage tak semata untuk berbisnis. Tetapi, juga sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat.

Abelnus meyakini, akses internet dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Sajingan Besar. Karena itu, pihaknya tak segan memberikan bonus bandwidth.

“Ini bukan hanya mengedepankan bisnis, tapi juga men-support pelanggan kita,” kata Abelnus kepada CNNIndonesia.

Saat ini, BUMDes Bangkat Barage telah mampu memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk pada sektor pendidikan hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tak cuma Desa Kaliau, akses internet yang disediakan BUMDes Bangkat Barage turut menjangkau lima desa lain di Kecamatan Sajingan Besar, termasuk 16 sekolah tingkat SD, SMP, hingga SMA.

Salah satu momen yang memperlihatkan keberhasilan kolaborasi antara BAKTI Kominfo dan BUMDes Bangkat Barage adalah pada periode pandemi Covid-19 lalu, di mana pemerintah menetapkan seluruh proses belajar-mengajar harus dilakukan secara daring.

“Saat pandemi melanda, anak-anak sekolah itu butuh jaringan dalam melanjutkan pendidikan. Tidak ada lagi pendidikan tatap muka, mereka harus belajar dari rumah,” kata Van Bastian.

Bergerak cepat, Van Bastian bersama BUMDes Bangkat Barage pun memasang titik-titik hotspot untuk mempermudah para pelajar yang terdampak pandemi.

Kesigapan BUMDes Bangkat Barage memanfaatkan akses internet dari BAKTI Kominfo itu pun menuai apresiasi, antara lain dari Imanuel Tri Mulyadi selaku Kepala Sekolah SMPN 2 Sajingan Besar yang terletak di Desa Senatap, Kecamatan Sanjingan Besar.

“Untuk internet ini sangat luar biasa manfaatnya bagi kami terutama kami yang bergerak di sektor pendidikan. Internet bahkan digunakan di hampir semua keperluan kami, mulai dari ANBK, Pembelajaran, administrasi, peserta didik juga mengapresiasi. Kehadiran internet sangat membantu,” kata Imanuel Tri Mulyadi.

Menurut dia, BUMDes Bangkat Barage memberikan pelayanan jasa internet optimal, antara lain saat sekolah membutuhkan akses internet berkecepatan tinggi.

Senada, Yanto yang berprofesi sebagai petani kebun matoa mengakui merasakan manfaat besar dari kehadiran akses internet di Kecamatan Sajingan Besar.

Jika dulu Yanto harus berkeliling untuk mencari pelanggan, kini dirinya hanya perlu membeli voucher internet yang dijual dengan harga terjangkau untuk mengakses aplikasi media sosial dan mendapatkan konsumen.

“(Akses internet) membantu penjualan. Dulu pakai motor, sekarang pakai HP (handphone),” ujar Yanto.

Kemudahan akses internet itu juga disambut oleh perangkat Pemerintah Kabupaten Sambas di Kantor Desa Kaliau. Kini, Kantor Desa Kaliau telah menerapkan layanan berbasis digital, termasuk untuk pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), hingga akta kelahiran.

Ke depannya, BUMDes Bangkat Barage berencana mengembangkan pelayanan administrasi berbasis digital, sambil memperluas menyediakan layanan akses internet ke wilayah sekitar, seperti ke BUMDes Sungai Bening yang berjarak sekitar 16 km dari Desa Kaliau.

Merespons kebutuhan internet di Desa Sungai Bening, tim teknisi dari BUMDes Bangkat Barage pun segera meluncur ke lokasi, kurang dari sepekan sejak pemesanan diterima. Dalam waktu singkat, penduduk Desa Sungai Bening pun dapat menikmati akses internet dengan lancar.

BAKTI Kominfo dalam upaya memenuhi tugas terkait pemerataan akses internet di Indonesia dipastikan akan terus melanjutkan komitmen menyediakan internet di daerah 3T, yakni melalui peluncuran Satelit Republik Indonesia-1 (SATRIA-1).

SATRIA-1 itu akan dapat memenuhi kebutuhan akses internet di sekitar 50 ribu titik pada empat sektor layanan publik di daerah 3T. SATRIA-1 direncanakan siap terhubung dengan 11 stasiun pengendali bumi yang tersebar di Indonesia pada Desember 2023 untuk selanjutnya memenuhi konektivitas internet di dalam negeri pada awal 2024.

(rea/inh)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com