Studi Ungkap Alasan Perempuan Susah Baca Peta

Sebuah studi mengungkap ternyata perempuan susah membaca peta. Bagaimana penjelasannya?
Jakarta, CNN Indonesia

Sebuah studi mengungkap kecenderungan perempuan susah membaca peta terkait dengan kemampuan visual di otak yang dipicu oleh faktor hormon dan kebiasaan.

Penelitian dari University of Warwick di Inggris menunjukkan perempuan heteroseksual tidak hanya lebih buruk dalam membaca peta dibandingkan laki-laki heteroseksual. Mereka juga kalah dari laki-laki biseksual, laki-laki gay, perempuan gay, dan perempuan biseksual, secara berurutan.

Penelitian ini mengamati apa yang disebut rotasi mental. Ini adalah kemampuan manusia untuk memvisualisasikan sebuah objek secara mental dari perspektif yang berbeda.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dr Michael Tlauka, seorang ahli perbedaan gender dan kemampuan spasial dari Flinders University menjelaskan contoh pada kehidupan nyata soal rotasi mental adalah membaca peta. Ini adalah salah satu tugas mental, dan penelitian mengungkap laki-laki secara konsisten mengungguli perempuan.

“Benar sekali bahwa rotasi mental adalah tugas dari semua tugas spasial di mana Anda mendapatkan perbedaan jenis kelamin yang paling besar,” kata Tlauka, mengutip Sidney Morning Herald, dikutip Jumat (26/1).

“Laki-laki cenderung lebih baik dalam rotasi mental daripada perempuan,” imbuhnya.

Ia mengatakan anggapan pria adalah pembaca peta yang lebih baik daripada perempuan sebenarnya berakar pada fakta.

“Ini sama sekali bukan mitos, dalam hal membaca peta dan keterampilan spasial secara umum, Anda akan menemukan bahwa laki-laki mengungguli perempuan,” jelas dia.

Bukti anekdot menunjukkan perempuan membalikkan peta mereka untuk membacanya, sementara para pria menganggap hal ini tidak masuk akal. Tlauka mengaku belum mengetahui peneliti yang telah menjelajah ke wilayah ini.

Namun, sesuai dengan teori rotasi mental, dapat dihipotesiskan bahwa perempuan cenderung membaca peta secara terbalik karena kita, secara umum, perlu memutar peta secara fisik untuk menyelaraskannya dengan lingkungan dan arah yang kita tempuh.

Sebaliknya, laki-laki bisa melakukannya di dalam kepala mereka.

Faktor alamiah dan pengasuhan

Tlauka juga menjelaskan kemampuan membaca peta juga didasari oleh faktor alamiah dan pengasuhan sejak kecil.

Misalnya, anak laki-laki lebih sering diberi mobil-mobilan dan rel kereta api untuk dimainkan, dan mendorong mainan ini akan mengembangkan konsep spasial yang tidak bisa dilakukan oleh boneka Barbie.

Anak laki-laki juga lebih sering diajak bermain di lapangan sepak bola atau lapangan sepak bola daripada anak perempuannya, yang juga membuat mereka memahami posisi dan arah. Perbedaannya juga bisa dimulai sejak dalam kandungan.

“Bisa juga karena perbedaan hormon prenatal seperti adanya testosteron atau estrogen di dalam rahim, yang bisa memengaruhi bagaimana otak Anda berkembang… apakah Anda memiliki otak laki-laki atau perempuan.”




Berkenalan dengan Golongan Darah Manusia (Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)

Perempuan harus percaya diri di halaman selanjutnya…




Sumber: www.cnnindonesia.com