Space20 Klaim Antariksa Ranah Swasta, Incar Sosok Elon Musk Baru

Space20 mengincar sosok pengusaha seperti Elon Musk yang bisa menjadikan urusan teknologi antariksa berdampak secara ekonomi.

Jakarta, CNN Indonesia

Negara-negara peserta Space Economy Leaders Meeting (Space20), yang merupakan bagian dari G20, menargetkan kemunculan sosok pengusaha seperti Elon Musk yang bisa menjadikan antariksa berdampak secara ekonomi.

Robertus Heru Triharjanto, Kepala Organisasi Riset Penerbangan Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengakui belum banyak sosok seperti Musk. Namun, ia menyebut kehadiran swasta di dunia keantariksaan akan menjadi tren.

“Ikon dari ekonomi keantariksaan yang teman-teman dari generasi milenial dan Z sering lihat tentunya adalah Elon Musk,” ujar dia, dalam acara 3rd Space20 di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/10).

“Dia adalah pengusaha yang seperti negara, dia punya kemampuan meluncurkan roket sendiri. Tidak banyak yang seperti itu di dunia, tapi itu merupakan tren ke depannya,” lanjut Heru.

Diketahui, Musk, yang merupakan orang terkaya di dunia, merupakan pemimpin perusahaan antariksa swasta SpaceX. Ia meluncurkan ratusan satelit Starlink ke orbit rendah Bumi dengan menggunakan roket Falcon untuk melayani jaringan internet yang bisa menjangkau semua sisi Bumi.

Selain itu, SpaceX berkolaborasi dengan NASA dan lembaga antariksa berbagai negara untuk mengirimkan misi-misi ilmiah ke luar angkasa.

Menurut Heru, ada perubahan tren dalam pengembangan teknologi antariksa yang mahal, yang semula demi pertahanan negara kini kian bergeser ke arah dampak ekonominya.

“Teknologi keantariksaan yang dulunya menjadi ranah pemerintah karena pengembangan teknologinya itu mahal, karena pengembangan teknologinya itu juga berdampak pada kemampuan pertahanan dan keamanan sebuah negara sekarang sudah berubah,” tuturnya.

“Teknologi keantariksaan tidak lagi menjadi ranahnya sebuah negara, tetapi menjadi ranahnya swasta,” lanjut dia, “Dampak ekonomi itu berarti kalo kita invest, pasti akan ada return.”

Alhasil, Heru menilai teknologi antariksa di masa kini merupakan salah satu penggerak ekonomi.

Key messages-nya dari Space Agency Leader, semuanya setuju bahwa space technology itu zaman sekarang adalah economic drivers,” ujar dia, “Karena dia itu economic drivers, isunya adalah investasi.”

Untuk Indonesia sendiri, investasi ini berkaitan dengan strategi infrastruktur keantariksaan. Heru mencontohkan dengan program satelit SATRIA yang dijalankan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Salah satunya yang sudah dilakukan Kominfo lewat program satelit SATRIA, yakni dengan strategi public private partnership,” tutur dia.

Space20 adalah kegiatan pertemuan internasional negara-negara G20 yang membahas tentang isu penting dalam dunia keantariksaan.

Pertemuan ini dibagi menjadi dua sesi. Petrama, Space Agency Session yang akan membahas isu-isu prioritas pada sektor ekonomi antariksa, khususnya menekankan pada tema Space for Digital, Green, dan Blue Economy untuk menetapkan beberapa rekomendasi keantariksaan yang bermanfaat bagi negara-negara G20.

Kedua, Space Industrial Session yang akan dihadiri oleh sektor industri keantariksaan mulai dari start-ups hingga industri besar.

(lom/arh)


[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com