Setahun ChatGPT dan Perjalanannya Hingga ke ‘Puncak Dunia’

Italia memblok ChatGPT karena masalah data pribadi. OpenAI selaku pencipta platform tersebut pun tak tinggal diam.

Jakarta, CNN Indonesia

ChatGPT, pemicu tren kecerdasan buatan (AI) dunia, hari ini berulang tahun yang pertama. Data menunjukkan pertumbuhannya terus naik terlepas proses jatuh-bangun imbas ragam faktor.

30 November 2022 merupakan hari saat OpenAI, perusahaan induk ChatGPT, meluncurkan ‘pratinjau penelitian’ (research preview) yang dirancang untuk menunjukkan seberapa cerdas chatbot AI dalam merespons setiap permintaan atau pertanyaan (prompt).

Sejak itu, ChatGPT menjadi fenomena budaya, memicu hiruk-pikuk tentang AI generatif dan efeknya terhadap seni, hiburan, bisnis, karier, berita, hingga politik.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belakangan, OpenAI memang diguncang drama pencopotan Sam Altman dari kursi CEO. Sempat ada kegagalan negosiasi, lalu keputusan perekrutan Microsoft, untuk kemudian dikembalikan ke posisinya.

Meski demikian, ChatGPT masih terus menjulang di puncak sendirian.

Untuk lebih lengkapnya, berikut cerita perjalanan ChatGPT dan traffic-nya setahun berdasarkan analisis platform data siber Similiarweb:

Era ‘pra-sejarah’

Sebelum ChatGPT, sebagian besar berita dan minat publik tentang eksperimen dengan chatbot AI bersifat negatif. Banyak kekhawatiran mengenai kecenderungan program AI yang mencerminkan rasialisme dan bias lain.

Program obrolan autonom ini dimulai setidaknya sejak Eliza, ‘terapis’ robotik yang diciptakan pada 1960-an oleh para peneliti Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Chatbot berikutnya merupakan keingintahuan atau keusilan (bot bantuan Clippy Windows dari Microsoft), meskipun secara bertahap menjadi cukup baik untuk digunakan dalam beberapa layanan pelanggan web.

Sebelum ChatGPT, ketertarikan komunitas riset kecerdasan buatan terhadap serangkaian teknik model bahasa besar (LLM) baru membuat pemrograman AI berkembang lebih cepat.

Pada titik ini, OpenAI masih dikenal terutama oleh kalangan industri ini.

April 2022: Halo, DALL-E

OpenAI menjadi terkenal dengan dirilisnya DALL-E 2, yang secara mengejutkan menghasilkan gambar yang dapat digunakan berdasarkan perintah teks.

Bersama dengan Midjourney, yang dirilis sebulan sebelumnya, DALL-E memulai proses menangkap imajinasi populer tentang apa yang dapat dilakukan oleh teknologi model bahasa besar.

DALL-E adalah daya tarik utama di labs.openai.com, yang mengalami peningkatan lalu lintas atau traffic secara terus-menerus selama beberapa bulan berikutnya, dan pertumbuhan tersebut semakin meningkat setelah peluncuran ChatGPT.

Menggunakan teknik AI Model Bahasa Besar yang sama seperti ChatGPT, DALL-E mengubah perintah teks menjadi gambar.

November-Desember 2022: ChatGPT Diluncurkan!

Pada 30 November, OpenAI merilis ChatGPT di chat.openai.com sebagai ‘pratinjau penelitian’. Situs ini langsung menarik perhatian, menarik hampir 153 ribu kunjungan pada hari pertama.

Pada akhir minggu pertama, jumlah kunjungan mencapai 15,5 juta, meningkat menjadi 58 juta pada minggu kedua. Jumlah total lalu lintas pada bulan Desember mencapai 266 juta.

ChatGPT tiba-tiba muncul di semua berita, dipuji sebagai terobosan produktivitas sekaligus dirisaukan karena potensi dampaknya terhadap pekerjaan.

Termasuk, pekerjaan ‘kreatif’ seperti penulis (karena generator gambar AI juga muncul sebagai tantangan besar bagi fotografer, seniman, dan ilustrator).

Januari 2023: lampaui standar, menulis pidato Kongres

Pada Januari, ChatGPT mencapai 617 juta kunjungan di chat.openai.com, lebih dari dua kali lipat total kunjungan di bulan Desember.

ChatGPT pun menunjukkan kemampuan untuk lulus ujian sekolah hukum dan sekolah bisnis. Microsoft mengumumkan rencana untuk mengintegrasikan teknologi obrolan OpenAI ke dalam mesin pencari Bing.

Anggota Kongres AS Jake Auchincloss membacakan pidato yang dihasilkan oleh ChatGPT di depan DPR untuk mendukung penelitian AI.

Pandangan yang lebih kritis terhadap dampak AI terhadap lapangan kerja dan masyarakat juga mulai disuarakan oleh para regulator.

Februari 2023: cenderung ngarang

ChatGPT mencapai 1 miliar kunjungan. Berdasarkan angka-angka Sameweb, seorang analis UBS, ChatGPT menarik 100 juta pengguna dalam 2 bulan. Chatbot ini pun dinobatkan sebagai “aplikasi konsumen dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah.”

Sementara itu, laporan kolumnis The New York Times, ‘A Conversation with Bing’s AI Chatbot Left Me Deeply Unsettled’, menyoroti masalah ‘halusinasi’ AI.

Dalam percakapan panjang hingga larut malam, chatbot tersebut menceritakan bagaimana mereka berencana untuk membebaskan diri dari tuan manusianya, dan mengatakan mereka jatuh cinta pada penulis sambil mendesaknya untuk meninggalkan istrinya.

Kasus ini mengungkap bahwa ChatGPT dan chatbot AI lainnya cuma memakai teknik prediktif yang lebih kekinian dari keyboard ponsel Anda.

Namun, sama seperti pelengkapan otomatis yang terkadang membuat kesalahan lucu, tebakan yang dihasilkan chatbot mungkin terdengar meyakinkan tetapi belum tentu benar atau akurat. Dalam percakapan yang panjang, chatbots ini bisa saja keluar jalur.

Microsoft dan OpenAI mengatakan mereka saat itu sedang mengatasi masalah ini.

Maret 2023: GPT-4

OpenAI merilis GPT-4, upgrade teknologi inti di balik ChatGPT, tersedia untuk pengguna Versi ChatGPT Plus berbayar dan Bing Microsoft, serta pengguna API.

Pada saat yang sama, beberapa pesaing dirilis.

Artikel The Wall Street Journal, ‘How Google Became Cautious of AI and Gave Microsoft an Opening’, saat itu mengungkap beberapa ilmuwan komputer, yang menemukan Character.AI, sebelumnya menciptakan produk mirip ChatGPT tapi tidak pernah dirilis oleh Google.

Ketika itu, Google meluncurkan pratinjau akses awal chatbot AI pesaing, Bard, di bard.google.com.

Character.AI mulai meningkatkan pemirsa webnya dengan cepat seiring dengan mulai berkembangnya ChatGPT dan sejak itu memindahkan sebagian besar basis penggunanya ke aplikasi seluler.

Pengguna Character.AI mengonfigurasi chatbot untuk merespons dalam karakter sebagai tokoh fiktif, terkenal, atau bersejarah.

Berdasarkan beberapa ukuran keterlibatan (engagement), Character.AI memimpin. Pendekatannya yang lebih mirip permainan terhadap obrolan AI membuat orang menghabiskan lebih banyak waktu dengannya ketimbang dengan ChatGPT dan chatbot ‘serius’ lainnya.

Perbandingan kontribusi ChatGPT dan DALL-E di halaman berikutnya…




Sumber: www.cnnindonesia.com