Sesar Garsela Jadi Penyebab Gempa Garut Rabu 1 Februari

Potensi tsunami akibat gempa di sebelah selatan Jatim disebut tetap ada karena mekanisme patahannya turun.

Jakarta, CNN Indonesia

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,3 mengguncang wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Rabu (1/2) malam. Gempa tersebut diakibatkan oleh aktivitas Sesar Garsela.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 107,73 BT dan 7,27 LS, berjarak sekitar 19,4 km barat daya kota Garut.

Hasil analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), gempa tersebut diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif berupa Sesar Garsela dengan mekanisme sesar mendatar.

“Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber dari BMKG, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif berupa Sesar Garsela dengan mekanisme sesar mendatar,” kata Plt Kepala Badan Geologi M Wafid dalam keterangan tertulis, Kamis (2/2).

Menurut peta geologi lembar Garut dan Pameungpeuk dari Badan Geologi, lanjut Wafid, terdapat sesar mendatar di sekitar lokasi pusat gempa bumi.

Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

“Badan Geologi akan mengirim Tim Tanggap Darurat (TTD) ke lokasi bencana untuk menginventarisir dampak kejadian gempa bumi dan memberikan rekomendasi teknis, serta melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Garut,” ujar Wafid.

Sementara, menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Satria Budi, dan informasi penduduk setempat, kejadian gempa bumi tersebut telah mengakibatkan satu orang luka-luka di Kecamatan Samarang dan kerusakan beberapa bangunan di Desa Pasirwangi (Kecamatan Pasirwangi), Desa Cisarua dan Samarang (Kecamatan Samarang), Kabupaten Garut.

Guncangan gempa bumi dirasakan di daerah sekitar lokasi pusat gempa bumi pada skala intensitas antara III – IV MMI (Modified Mercalli Intensity). Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah.

Adapun kejadian gempa bumi tersebut tidak menyebabkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat.

Sementara itu, berdasarkan laporan BPBD Garut, kerusakan akibat gempa tersebut yaitu 10 unit rumah rusak dan 7 unit rumah terdampak. Kerusakan rumah masing-masing di tiga kecamatan di tiga desa.

Sejauh ini, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa gempa tersebut.

[Gambas:Video CNN]

(hyg/lth)






Sumber: www.cnnindonesia.com