Sempat Dinyatakan Punah, Ikan Belida Kembali Ditemukan di Jawa

BRIN mengungkap kabar penemuan ikan belida chitala lopis yang sempat dinyatakan punah pada tahun 2020.


Jakarta, CNN Indonesia

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap kabar penemuan ikan belida chitala lopis yang sempat dinyatakan punah pada tahun 2020. Berikut penjelasannya.

Kepala Pusat Riset Konservasi Sumber Daya Laut dan Perairan Darat BRIN Arif Wibowo mengatakan penemuan ikan yang sempat punah itu memperjelas status taksonomi dan sebaran ikan belida di Indonesia.

“Tak hanya membantah kepunahan chitala lopis, penemuan itu juga menjawab persoalan taksonomi ikan belida di Indonesia,” kata Arif, mengutip Antara, Kamis (14/12).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arif menjelaskan penemuan kembali ikan belida ini berasal dari hasil koleksi yang dikumpulkan dari 34 lokasi di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan sejak November 2015 sampai September 2023.

Ilmuwan kemudian membandingkan data hasil sekuensing DNA barcoding dengan data genetik global barcode of life data (BOLD) dan karakterisasi morfologi dengan koleksi spesies chitala lopis yang tersimpan di Natural History Museum di London, Inggris.

Setelah melakukan perbandingan itu, mereka meyakini bahwa spesies tersebut adalah chitala lopis. Keabsahan penemuan tersebut dirilis dalam jurnal bereputasi tinggi (Q1) di Jerman, yakni Journal of Endangered Species Research volume 52, November 2023.

Spesies ikan belida chitala lopis termasuk famili notopteridae dan ordo asteoglosiformes. Ikan itu adalah ikan purba yang memiliki bentuk seperti kipas.

“Jika ditinjau secara intraspesifik, jarak genetik chitala lopis, chitala hypselonotus, dan chitala borneensis sangat rendah, sehingga pembeda gen mitochondrial antarspesies tidak identik,” kata Arif.

“Karakter morfologi chitala lopis memiliki tinggi tubuh posterior dan panjang per-dorsal lebih dominan dibandingkan dengan chitala bornensis. Evolusi chitala lopis diperkirakan terjadi sejak 1.200 tahun yang lalu,” imbuhnya.

Para ahli mengungkap bahwa mayoritas ikan belida di Indonesia termasuk dalam spesies chitala lopis. Namun, jenis lain yang sering ditemukan adalah chitala borneensis dan chitala hypselonotus.

Kelimpahan dan sebaran ketiga jenis ikan tersebut mengalami penurunan di pulau Sumatera dan Jawa. Bahkan, status chitala hypselonotus terakhir ditemui pada tahun 2015.

Menurut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Jenis Ikan yang Dilindungi, terdapat empat spesies famili notopteridae yang dilindungi, tiga di antaranya adalah chitala lopis, chitala borneensis, dan chitala hypselonotus.

International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengungkap spesies chitala termasuk spesies dengan kategori least concern yang mengindikasikan tingkat risiko kepunahan masih rendah di Indonesia, kecuali chitala lopis yang dianggap punah.

Oleh sebab itu, status konservasi pada IUCN perlu dievaluasi pada sebaran chitala lopis di Indonesia bukan hanya di Pulau Jawa dan diperlukan revisi status konservasi chitala hypselonotus dan chitala borneensis dari least concern menjadi critically endangered (kritis) karena keterbatasan stok dan sebaran.

(tim/dmi)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com