Sejak Lahir Dianggap Jantan, Panda China Terungkap Bergender Betina

Warna hitam putih pada panda punya beberapa tujuan, terutama pertahanan hidup di habitatnya.


Jakarta, CNN Indonesia

Panda raksasa asal China, He Ye, yang diyakini berjenis kelamin jantan sejak lahir pada Juli 2020 ternyata berjenis kelamin betina. Simak penjelasannya.

Seorang perawat bermarga Tan di Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding menjelaskan bahwa ketika lahir, karakteristik jenis kelamin He Ye condong ke arah jantan.

“Beberapa bulan kemudian, ia menunjukkan karakteristik yang lebih mirip seekor jantan seperti sering buang air kecil, kepribadian yang lincah, dan perawakan yang tinggi, dan ini meyakinkan semua orang bahwa He Ye adalah panda jantan,” kata Tan, mengutip Global Times, Jumat (26/1).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

He Ye merupakan panda kembar yang lahir bersama saudara perempuannya, He Hua dan langsung menjadi kesayangan netizen nasional di China.

Saat He Ye tumbuh dewasa, karakteristik jantannya tidak berkembang sebagaimana mestinya, sehingga pihak penangkaran mengundang seorang ahli panda untuk mengumpulkan sampel biologis dari He Ye.

Setelah diidentifikasi, akhirnya dipastikan He Ye adalah seekor panda raksasa betina, jelas Tan.

Insiden ini menjadi trending topic di platform Sina Weibo China pada hari Rabu. Tagar “He Ye berubah dari adik laki-laki menjadi adik perempuan” menarik hampir 200 juta tayangan pada hari Rabu. Netizen China mendiskusikan kerumitan dalam mengidentifikasi jenis kelamin panda raksasa.

Beberapa meminta para peneliti untuk melakukan investigasi serupa terhadap panda raksasa lainnya. Beberapa lainnya merasa senang karena si kembar bisa tinggal bersama untuk waktu yang lebih lama jika keduanya perempuan.

Bukan yang pertama

Faktanya, ini bukan pertama kalinya seekor panda raksasa salah diidentifikasi jenis kelaminnya. Menurut Tan, sebenarnya sulit untuk mengidentifikasi jenis kelamin panda raksasa, menurut Tan.

Menurut laporan media, Mei Lan, ayah dari He Hua dan He Ye yang lahir pada September 2006 di Kebun Binatang Atlanta di Amerika Serikat, juga pernah salah diidentifikasi sebagai panda raksasa betina.

Hal yang sama juga terjadi pada panda raksasa kembar Pu Pu (kakak) dan Fa Fa (adik) yang lahir pada tahun 2014 di pangkalan Chengdu.

Pu Pu salah diidentifikasi sebagai betina hingga tahun 2018. Pengunjung juga menemukan pada tahun 2023 bahwa jenis kelamin Fa Fa juga telah diubah dari jantan menjadi betina. Panda raksasa kembar ini sekarang tinggal di Kebun Binatang Hutan Shenyang di Provinsi Liaoning, Tiongkok Timur Laut.

Jenis kelamin anak panda raksasa yang baru lahir umumnya sulit ditentukan. Hal ini terutama karena panda raksasa tidak menunjukkan karakteristik seksual sekunder yang jelas.

Kulit di sekitar anus mereka sangat elastis dan menutupi organ reproduksi jantan, testis, dan lubang kelamin luar betina, menurut sebuah unggahan dari Northeast Forestry University.

Setelah melakukan studi mendalam mengenai struktur fisiologis dan anatomi panda raksasa oleh para peneliti, serta akumulasi pengalaman berkembang biak dan memberi makan di penangkaran, penentuan jenis kelamin bayi panda raksasa yang baru lahir bisa dilakukan lewat pemeriksaan fisik secara akurat.

Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti juga telah mengembangkan berbagai metode molekuler untuk identifikasi jenis kelamin, yang dapat digunakan untuk menentukan jenis kelamin panda raksasa liar selama investigasi lapangan, baca tulisan tersebut.

[Gambas:Video CNN]

(tim/dmi)



Sumber: www.cnnindonesia.com