Satu Nenek Moyang, Apa Beda Buaya dan Aligator?

Buaya dan aligator berasal dari nenek moyang yang sama. Meski terlihat mirip, apa beda kedua hewan tersebut?

Jakarta, CNN Indonesia

Buaya dan aligator memiliki sejumlah perbedaan meski terlihat mirip. Simak penjelasannya di bawah ini.

Buaya dan aligator masuk ke dalam taksonomi yang disebut Crocodylia. Crocodylia kemudian pecah menjadi tiga keluarga (famili) utama: Alligatoridae (aligator), Crocodylidae (buaya), dan Gavialidae (Buaya Senyulong).

Melansir Live Science, Crocodyliae berbagi nenek moyang yang sama sekitar 80 juta tahun lalu di akhir periode Cretaceous. Alligaoridae dan Crocodylidae berpisah dan melanjutkan jalur evolusi masing-masing.

Selama jutaan tahun evolusi, baik buaya dan aligator memiliki penampilan yang mirip. Namun ada beberapa perbedaan yang mudah dikenali.

Perbedaan pertama yang cukup jelas adalah moncongnya. Pada aligator, gigi bagian bawahnya masuk ke dalam mulut dan lebih tersembunyi.

Sementara pada buaya, gigi bagian bawahnya muncul keluar dan membentuk lekukan di sepanjang garis rahangnya.

Bentuk kepala aligator dan buaya juga cukup bisa dibedakan. Kepala aligator umumnya berbentuk seperti huruf U, sedangkan buaya memiliki bentuk kepala mirip huruf V.

Perbedaan kedua ada di letak organ yang disebut integumentary sense organs (ISO). Organ tersebut membuat para predator seperti aligator dan buaya merasakan perubahan tekanan di dalam air yang disebabkan munculnya mangsa.

Pada aligator, ISO hanya bisa ditemukan di kepala dan di sekitar mulut. Sebaliknya pada buaya, mereka memiliki ISO di hampir setiap bagian tubuhnya.

Lebih lanjut, dalam studi yang dipublikasikan di The Royal Society Publishing, para pakar mengungkap perbedaan aligator dan buaya juga terdapat di lengannya.

Aligator umumnya memiiliki tulang humerus dan tulang femur yang lebih pendek dibanding buaya. Tulang humerus terdapat di kaki depan, sementara tulang femur ada di kaki belakang.


Foto: CNN Indonesia/Fajrian
Infografis Kenali Beda Buaya dan Aligator

Hal itu, menurut para pakar mengindikasikan perbedaan fungsi alat gerak pada kedua hewan tersebut.

Selanjutnya adalah soal habitat, melansir National Geographic, Aligator kebanyakan hidup di benua Amerika seperi di Brasil, dan Amerika Serikat. Namun sedikit aligator juga ditemukan di China.

Sementara itu, buaya punya penyebaran yang lebih luas. Selain ditemukan di Benua Amerika, buaya juga ditemukan di Asia, Afrika, dan Australia.

Melansir detik.com, ada empat jenis buaya yang bisa ditemukan di Indonesia yakni buaya muara, buaya siam, buaya air tawar, dan buaya sumpit.

Buaya muara biasa hidup di sungai-sungai dan laut yang dekat muara. Penyebarannya hampir merata di seluruh Indonesia dengan populasi sekitar 200-300 ribu di seluruh dunia. Buaya tersebut memiliki rata-rata panjang 2-4 meter dan maksimal 7 meter.

Buaya siam menyebar di Indonesia tepatnya di Jawa dan Kalimantan Timur. Buaya ini berasal dari Thailand dan berada di ambang kepunahan.

Panjang buaya siam bisa mencapai 4 meter namun umumnya 2-3 meter.

Lebih lanjut, ada juga buaya air tawar yang umumnya hidup di Papua. Populasinya cukup melimpah dan sudah masuk spesies yang dilindungi sejak tahun 1978.

Terakhir, buaya sumpit yang umum ditemukan di Sumatra dan Kalimantan. Spesies ini juga masuk kategori yang dilindungi pemerintah.

[Gambas:Video CNN]

(lth)






Sumber: www.cnnindonesia.com