SATRIA-1 Hadirkan Akses Internet di Area Kahar BTS 4G

Satelit SATRIA-1 menempati orbit 146º bujur timur yang tepat berada di atas Pulau Papua.

Jakarta, CNN Indonesia

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (BAKTI Kominfo) mengungkapkan, Satelit Republik Indonesia (SATRIA)-1 bakal beroperasi penuh pada 29 Desember mendatang.

Ketua Satuan Tugas BAKTI Kominfo Sarwoto Atmosutarno mengatakan, nantinya SATRIA-1 bakal menghadirkan akses internet di area-area kahar yang sebelumnya direncanakan terlayani Base Tranceiver Station (BTS) 4G.

Adapun area kahar merupakan area yang memiliki kondisi tidak terduga secara geografis. Hal ini menjadi salah satu tantangan untuk menghadirkan infrastruktur internet berupa BTS 4G di area tersebut.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Jadi nanti di lokasi-lokasi yang tidak beres atau kahar itu pakai layanan dari SATRIA-1,” kata Sarwoto dikutip dari ANTARA, Senin (27/11).

Sarwoto mengatakan setelah ditelusuri ulang terkait penentuan titik untuk pembangunan infrastruktur BTS 4G, ternyata ditemui banyak titik yang tidak tepat untuk dibangun BTS 4G.

Beberapa temuan itu di antaranya kendala geografis. Bahkan ditemukan juga daerah yang tidak memiliki pengguna internet sehingga sebenarnya tidak tepat untuk membangun infrastruktur berupa BTS 4G.

Sebagai solusi, Sarwoto mengatakan pihaknya merekomendasikan untuk sebagian area kahar itu dapat dilayani dengan layanan dari SATRIA-1 yang diproyeksikan mulai beroperasi di akhir Desember 2023.

Berkaca dari temuan tersebut, Sarwoto juga mengatakan Satgas BAKTI Kominfo membuka kanal aduan dari masyarakat secara langsung untuk pengajuan penyediaan akses internet di areanya apabila belum terlayani dengan baik.

Pengajuan itu bisa langsung dilakukan dengan berkirim surat ke Kementerian Kominfo untuk nantinya bisa ditindaklanjuti oleh BAKTI Kominfo.

“Jadi akibat kahar itu ada sekitar 600-an titik dan kami mesti cek ulang. Karenanya saya juga buka kepada penduduk di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) untuk menyampaikan usulannya jadi dari bottom to up. Kalau kemarin top to down itu banyak yang salah,” katanya.

SATRIA-1 telah diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, pada 18 Juni 2023 lalu. Kemudian pada 30 Oktober telah mencapai slot orbit 146 derajat Bujur Timur, yakni 36 ribu kilometer di atas Papua.

SATRIA-1 diluncurkan untuk membantu ketersediaan akses internet di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tepatnya untuk sektor pendidikan, kesehatan, pemerintah desa, hingga pertahanan.

Dalam perencanaan akhir yang dibahas BAKTI Kominfo pada Selasa (24/10), Direktur Utama BAKTI Kemenkominfo Fadhilah Mathar mengatakan SATRIA-1 diproyeksikan akan melayani 37.000 titik fasilitas umum.

Untuk 2023, BAKTI Kominfo mengupayakan pembangunan fasilitas untuk menerima akses internet dari SATRIA-1 akan dilakukan di 10.000 titik terlebih dahulu.

(osc)



Sumber: www.cnnindonesia.com