SATRIA-1 Berhasil Mengorbit, Kapan Mulai Beroperasi?

Satelit SATRIA-1 yang diluncurkan ke angkasa pada Senin (19/6) pagi WIB memakai roket milik perusahaan Elon Musk, SpaceX. Simak fakta menarik lainnya.

Jakarta, CNN Indonesia

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengungkapkan jadwal SATRIA-1 mulai beroperasi. SATRIA-1 sebelumnya berhasil memasuki orbitnya di luar angkasa pada Senin (30/10).

Budi menjelaskan, layanan internet dari SATRIA-1 ini bakal beroperasi sesuai jadwal, yakni awal tahun 2024. Satelit ini akan melayani kantor-kantor pemerintahan dan layanan publik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Kita kalau menurut jadwal kan Desember ini sudah diorbit terus ground segment dikerjakan dan kita berharap awal tahun depan sudah bisa melayani masyarakat,” kata Budi saat peresmian press room di kantor Kominfo, Kamis (2/11).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nantinya, kata Budi, satelit Satria-1 itu akan melayani internet berkapasitas 150 Gbps dan dibagi ke 30 ribu titik wilayah 3T.

“Yang pasti kita ini kan negara luas, jadi penggunaan teknologi satelit menjadi penting bagi kita,” tuturnya.

Tak hanya lewat satelit, wilayah 3T juga akan dilengkapi dengan menara telekomunikasi alias BTS yang dibangun oleh Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasiatau BAKTI Kominfo.

Ia menargetkan hingga akhir November ini akan ada 5.600 BTS yang bisa melayani masyarakat di wilayah 3T. Namun masyarakat tetap harus membayar dengan harga yang akan disubsidi pemerintah.

Lalu, apakah layanan internet BTS 4G yang digarap BAKTI gratis sama seperti SATRIA-1?

“Ya enggak lah. Itu kan ada perhitungannya, yang pasti dusubsidi lah. Misalkan 1 BTS itu biaya capex-nya (modal belanja) Rp25 juta sebulan. Kalau daerah 3T itu paling pelanggannya 10-20 orang yang make,” kata Budi menjawab pertanyaan tersebut.

Sebelumnya, SATRIA-1 berhasil memasuki orbitnya di luar angkasa pada Senin (30/10) dan telah melalui proses Electrical Orbit Raising (EOR).

Sesuai dengan perencanaan, satelit ini memasuki orbit Geostasioner dan mengorbit di 146 derajat Bujur Timur atau berada tepat di atas Pulau Papua dengan ketinggian lebih dari 36,000 kilometer di atas permukaan bumi.

SATRIA-1 sampai dengan sukses di orbit 146° Bujur Timur setelah diluncurkan pada 18 Juni 2023 dan setelah itu berhasil melakukan EOR menuju posisi orbitnya.

Satelit ini meluncur ke luar angkasa dari Florida, AS, menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX pada 19 Juni 2023. Butuh waktu sekitar empat bulan untuk sampai di orbit yang dituju.

[Gambas:Video CNN]

(can/dmi)


[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com