Sampai Kapan Cuaca Panas di Jabodetabek Bertahan?

Jabodetabek kembali tersengat panas Matahari dalam beberapa hari terakhir, di saat statusnya sudah memasuki musim hujan. Sampai kapan kondisi ini bertahan?


Jakarta, CNN Indonesia

Cuaca panas kembali menyapa wilayah Jakarta dan sekitarnya, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dalam beberapa hari terakhir, di saat statusnya sudah memasuki musim hujan. Sampai kapan kondisi ini bertahan?

Sebagian besar Jakarta resmi masuk musim hujan setidaknya mulai dasarian (sepuluh hari) kedua November. Hujan lebat pun mulai rutin mengguyur hingga sempat memicu banjir di sejumlah daerah.

Namun, mulai pekan lalu, cuaca panas terik mulai rutin kembali datang. Prakiraan cuaca Jabodetabek sepekan ke depan juga didominasi cuaca cerah atau berawan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap kondisi suhu panas dan cuaca terik pada siang hari terjadi di beberapa wilayah, terutama di sekitar selatan ekuator, yakni mayoritas di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, mengatakan kondisi panas terik di sekitar selatan ekuator belakangan ini dipengaruhi oleh kondisi tekanan rendah.

“Kurangnya pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa-Nusa Tenggara tersebut turut dipicu oleh aktifitas pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin(18/12).

Hal ini, lanjut Guswanto, “menyebabkan berkurangnya aliran massa udara basah ke arah selatan ekuator.”

Selain itu, pola tekanan rendah di sekitar Laut China Selatan tersebut juga secara tidak langsung turut membentuk pola pertemuan serta belokan angin.

Guswanto menyebut hal itu “menyebabkan terjadinya peningkatan pertumbuhan awan hujan” di sejumlah wilayah, seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

“Sehingga dalam sepekan terakhir hujan intensitas lebat masih terjadi di sebagian wilayah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara,” ungkap dia.

[Gambas:Instagram]

Sementara, dalam sepekan terakhir hujan intensitas lebat masih terjadi di sebagian wilayah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Hal ini disebabkan oleh pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan.

Kemudian, secara tidak langsung hal tersebut turut membentuk pola pertemuan serta belokan angin dan pada akhirnya menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di sekitar Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Lalu, sampai kapan kondisi cuaca panas berlangsung di Jabodetabek?

BMKG, dalam akun resmi Instagram-nya, mengatakan bahwa pola tekanan rendah di Laut Cina Selatan masih dapat berlangsung dalam 3-4 hari ke depan. Namun, hal itu diprediksi cenderung melemah.

“Sehingga terjadi potensi peningkatan curah hujan di wilayah Jawa-Nusa Tenggara mulai tanggal 23 Desember,” tulis BMKG dalam keterangannya.




Rekor-rekor ‘Neraka Bocor’ di 2023 (Foto: CNNIndonesia)

(tim/dmi)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com