Sains Jelaskan Apa itu Cantik usai Viral Mahasiswi KKN Diusir di NTB

Viral kisah mahasiswi Mataram diusir buntut unggahan yang menyebut tak ada perempuan cantik di desa tempatnya KKN. Apa sebenarnya cantik itu?

Jakarta, CNN Indonesia

Sains terkini memiliki versi cantiknya sendiri berdasarkan hitung-hitungan rasio wajah. Simak tekniknya berikut.

Sebelumnya, viral kisah mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas Mataram berinisial NWAP diusir buntut unggahan yang menyebut tak ada perempuan cantik di desa tempatnya KKN, Desa Kayangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Susah ya jadi kembang desa di sini. Anak Kayangan enggak ada cantik-cantik. Jadi kita kembang desa jadinya,” ujar mahasiswi itu dalam video yang diunggah di Instagram-nya.

Unggahan itu viral dan berbuntut panjang. Warga desa menggerebeknya.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Lombok Utara Ipda Made Wiryawan menuturkan NWAP didampingi keluarganya sudah meminta maaf pada warga Kayangan, Minggu (23/7) malam.

“Tadi malam sudah meminta maaf,” ujarnya, Senin (24/7), dikutip dari detikcom.

Wiryawan mengungkap mahasiswi itu kemudian dipulangkan untuk “menjaga ketertiban masyarakat.”

Yang jadi pertanyaan, segimana sih ukuran kecantikan itu?

Rasio kecantikan

Terlepas dari selera yang berbeda-beda, kecantikan sendiri bisa dihitung secara matematis.

Berdasarkan hitungan itu, ahli bedah kosmetik asal Inggris Julian De Silva, tahun lalu, mengungkap salah satu perempuan yang dianggap yang tercantik di dunia adalah aktris Amber Heard, mantan istri aktor Johnny Depp dan mantan pacar Elon Musk.

Dikutip dari India Times, aktris yang masuk ke dalam jajaran wajah tercantik adalah Bella Hadid, Beyonce, dan Ariana Grande.

Dari mana angkanya?

Dalam sebuah studi pada 2009 bertajuk ‘New ‘Golden’ Ratios for Facial Beauty’, para pakar dari University of California mengungkapkan perhitungan proporsi wajah ‘sempurna’ berdasarkan rasio yang memanfaatkan bilangan irasional.

Ini bermula dari Angka Fibonacci. Angka ini merupakan urutan dengan angka berikutnya adalah jumlah dari dua angka sebelumnya. Contoh; 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, dan seterusnya. Leonardo Fibonacci menemukan urutan ini sekitar 1200 Masehi.

Dengan memakai rumus tertentu, dikutip dari Interesting Engineering, deret Fibonacci ini mencapai rasio emas (Golden Ratio) 1,618033… (biasanya dibulatkan menjadi 1.618).

Dalam matematika, ini disebut bilangan irasional atau bilangan yang tempat desimalnya tidak pernah berakhir dan dalam urutan yang tidak dapat diulang, seperti halnya Pi (3,14…).

Rasio Emas ini berulang kali ditemukan beberapa kali sepanjang sejarah dan diberi berbagai nama, termasuk Pi (bukan Phi), Rasio Emas, The Golden Section, the Divine Proportion.

Penerapan Golden Ratio di halaman berikutnya…


Masker Pentagon dan Dekagon

BACA HALAMAN BERIKUTNYA



Sumber: www.cnnindonesia.com