Respons Telkomsel Soal Wacana Speed Internet Fixed Minimal 100 Mbps

Telkomsel bicara soal potensi Fixed Mobile Covergence (FMC) yang menjanjikan terkait proses merger dengan IndiHome.


Jakarta, CNN Indonesia

Telkomsel buka suara terkait rencana Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi yang ingin mewajibkan penyedia layanan internet menjual jaringan internet tetap atau fixed broadband dengan kecepatan minimal 100 Mbps.

Saki Hamsat Bramono, Vice President Corporate Communications Telkomsel mengatakan pihaknya siap menjalani kebijakan tersebut. Menurut dia, saat ini, IndiHome yang sudah bergabung dengan Telkomsel memiliki paket basic dengan kecepatan 50 Mbps.

“Sekarang udah kita updgrade semua, bahkan ada program IndiHome loyalty ya, kita upgrade dari 50 (Mbps) ke 100, 20 ke 50, jadi otomatis akan naik sih angkanya,” ungkap Saki di sela-sela acara Undian Poin Festival 2023 di Jakarta, Rabu (24/1).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saki mengamini kecepatan internet fixed broadband Indonesia memang masih belum terlalu cepat. Hal ini, kata dia, disebabkan oleh pelanggan IndiHome saat pertama kali muncul berlangganan paket dengan kecepatan rata-rata 10-20 Mbps.

Menurutnya kecepatan internet rata-rata saat itu sudah tergolong kencang, karena aplikasi belum sebanyak sekarang. Namun, saat ini sudah banyak aplikasi dan layanan video streaming yang membutuhkan kecepatan internet yang lebih baik.

“Tapi sekarang dengan udah ada multimedia experience, apps sudah semakin banyak video, itu speed-nya sudah terasa kurang, sekarang langganan udah 30 minimal atau 50 speed-nya,” papar dia.

Saki menegaskan dari sisi infrastruktur pihaknya tidak menemui kendala untuk memenuhi permintaan Kominfo. Ia meyakini tahun ini Telkomsel bisa mulai menerapkan kebijakan tersebut.

“Kalau dari sisi infrastruktur sih enggak ada masalah. Harusnya di tahun ini akan naik ya, kalau kita sudah menaikan experience pelanggan,” ungkap Saki.

Sebelumnya, Menkominfo Budi Arie Setiadi menyatakan pemerintah menaruh perhatian khusus mengenai kecepatan internet fixed broadband di Indonesia yang masih lelet.

Budi Arie, dalam keterangan di laman resmi Kominfo, mengatakan kecepatan internet Indonesia masih rendah dengan angka 24, 9 Mbps. Kecepatan itu di bawah Philipina, Kamboja, dan Laos, menurutnya Indonesia hanya unggul dari Myanmar dan Timor Leste di kawasan Asia Tenggara.

Oleh karena itu, ia menyatakan Kominfo berencana “membuat kebijakan bagi seluruh penyedia fixed internet broadband untuk jaringan yang tertutup tidak diperkenankan menjual layanan internet di bawah 100 Mbps.”

Menkominfo juga akan memanggil seluruh operator seluler dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk berdiskusi mengenai optimalisasi kecepatan internet.

“Internet ini merupakan kebutuhan pokok, kenapa masih menjual 5 Mbps, 10 Mbps untuk fixed internet broadband? Kenapa tidak langsung menjual 100 Mbps? Makanya, saya akan buat kebijakan untuk mengharuskan mereka menjual fixed internet broadband dengan kecepatan 100 Mbps,” ungkap Budi, Senin (22/1).

(tim/dmi)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com