Pidato di COP28 Dubai, Jokowi Pamer RI Sukses Turunkan Emisi Karbon

Presiden Joko Widodo bicara mengenai ketahanan pangan dan menyinggung program food estate dalam konferensi iklim COP28 di Dubai, Jumat (1/12).

Jakarta, CNN Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaparkan kesuksesan Indonesia menurunkan emisi karbon antara tahun 2020 hingga 2022, kala menyampaikan pidatonya di COP28 Dubai pada Jumat (1/12).

Jokowi menyebut Indonesia sukses menurunkan emisi karbon hingga 42 persen, dibandingkan dengan perencanaan Business as Usuall (BAU) tahun 2015.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Dengan segala keterbatasan, Indonesia terus menurunkan emisi karbon antara tahun 2020 tahun 2022, Indonesia berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 42 persen dibandingkan dengan perencanaan business as usual tahun 2015,” ungkap Jokowi.

Tidak hanya itu, Jokowi juga mengaku sudah bekerja keras untuk memperbaiki pengelolaan Forest and Other Land Use (FOLU), serta mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan.

Dalam hal pengelolaan FOLU, Indonesia terus menjaga dan memperluas hutan mangrove serta merehabilitasi hutan.

“Deforestasi juga berhasil diturunkan pada titik terendah dalam 20 tahun terakhir, pembangunan persemaian juga kita lakukan dalam skala besar dengan kapasitas total sekitar 75 juta bibit per tahun juga sudah mulai efektif berproduksi,” jelas dia.

Sementara itu, dalam hal transisi energi, Jokowi mengatakan pemerintah sudah menempuh Indonesia way of just energy transition toward 2030, mempercepat pengembangan energi baru terbarukan serta menurunkan penggunaan batu bara.

“Pengembangan energi baru terbarukan terutama energi surya, air, angin, panas bumi dan arus laut serta pengembangan biodiesel, bioetanol dan bioavtur juga semakin meluas,” kata Jokowi.

Pada kesempatan yang sama, Jokowi menyebut sebagai negara berkembang Indonesia membutuhkan investasi lebih dari 1 triliun dolar Amerika Serikat, untuk net zero emission 2060. Sehingga Jokowi pun menggalang dukungan dari negara-negara sahabat.

“Indonesia mengundang kolaborasi dari mitra bilateral, investasi swasta, dukungan filantrofi, dan dukungan negara-negara sahabat,” ungkap presiden.

(tim/dna)



Sumber: www.cnnindonesia.com