Pesawat Antariksa Segera Terbang ke Asteroid Penuh Besi, Cek Tujuannya

Asteroid baru ini diberi nama 2023 BU. Asteroid melintas di ujung selatan Amerika pada Kamis (26/1) kemarin sekitar 3.540 kilometer di atas permukaan Bumi.

Jakarta, CNN Indonesia

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) akan mengirim misi observasi ke asteroid yang diyakini memiliki kandungan besi melimpah dengan tujuan mempelajari inti planet.

Menurut pernyataan NASA, peluncuran ditargetkan dilakukan pada Kamis (12/10) pukul 10.16 EDT atau 21.16 WIB dengan menggunakan roket SpaceX Falcon Heavy dari Launch Complex 39A di Kennedy Space Center NASA di Florida.

Pesawat ruang angkasa berteknologi tinggi bernama Psyche ini akan menempuh perjalanan sejauh 3,5 miliar kilometer menuju asteroid yang bernama 16 Psyche.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ini akan jadi misi pertama ke asteroid yang mengandung mayoritas logam, karena misi sebelumnya menjelajahi asteroid yang sebagian besar terbuat dari batu atau es,” menurut NASA.

Tujuannya adalah untuk mempelajari 16 Psyche dengan sangat rinci. Asteroid ini diyakini tak cuma sangat kaya akan logam. Para ilmuwan berspekulasi asteroid ini memiliki inti besi dan kemungkinan dulunya adalah sebuah planet.

Jika hipotesis itu benar, inti Psyche sama dengan bahan inti Bumi, yang berarti mempelajari asteroid ini bisa memberi jawaban langsung soal misteri pusat planet yang tidak bisa dijangkau manusia.

“Asteroid Psyche mungkin merupakan bagian dari interior planetesimal, sebuah blok bangunan dari planet berbatu,” kata NASA.

“Dengan mempelajarinya, para ilmuwan berupaya menentukan apakah asteroid tersebut merupakan inti planet,” lanjut keterangan itu.

Sensor inframerah

Sebelum misi ini dimulai, para ilmuwan menggunakan mekanisme lain untuk mempelajari batu antariksa selebar 225 kilometer itu.

Dengan cara ini, mereka bisa mengetahui apa yang tersisa di dalam pesawat NASA saat tiba di sana pada 2029.

Melansir Space, tim dari Southwest Research Institute bahkan baru-baru ini mengumumkan beberapa hasil yang mereka dapatkan tentang asteroid tersebut.

Hasil yang mereka kumpulkan dengan memanfaatkan dua instrumen inframerah yang canggih: James Webb Space Telescope (JWST) yang saat ini menjadi perintis dan Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy (SOFIA) yang sudah tidak digunakan lagi.

Sensor inframerah, tidak seperti sensor optik standar, dapat mengamati data di wilayah inframerah spektrum elektromagnetik.

Cahaya yang terkait dengan wilayah ini pada dasarnya tidak terlihat oleh mata manusia. Kita hanya bisa melihat sebagian kecil dari spektrum yang dikenal sebagai wilayah yang terlihat.

Inilah alasan astronomi inframerah sangat penting. Pasalnya, astronomi inframerah bisa membantu menyingkap bagian-bagian alam semesta yang biasanya tersembunyi bagi kita dan teleskop-teleskop tua yang biasa kita gunakan.

Namun demikian, meskipun data dari alat ini menawarkan pantauan yang cukup signifikan ke dalam 16 Psyche, mungkin temuan yang paling besar masih belum terungkap.

“Semua pengamatan yang menggunakan teknik yang berbeda terus menunjukkan hasil yang tidak masuk akal dalam konteks satu sama lain,” kata Anicia Arredondo, seorang peneliti pascadoktoral di SwRI dan penulis utama makalah ini dalam sebuah pernyataan.

“Itulah mengapa sangat penting bagi kami untuk punya misi ke sana sekarang,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(lom/dmi)




Sumber: www.cnnindonesia.com