Persiapan Fisik SATRIA-1 Capai 100%, Siap Beroperasi

Kominfo mengungkap persiapan Satelit SATRIA-1 yang akan diorbitkan pada 19 Juni mencapai 95 persen.

Jakarta, CNN Indonesia

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut kesiapan fisik Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) telah mencapai 100 persen.

Kepala Divisi Infrastruktur Satelit Satria Bakti Kominfo, Sri Sanggrama Aradea mengatakan, selain kesiapan fisik, proses administrasi yang meliputi perizinan hingga saat ini sudah mencapai 95 persen.

Aradea mengatakan, dengan persiapan-persiapan tersebut, BAKTI Kominfo menargetkan SATRIA-1 bakal beroperasi pada akhir tahun ini. Tepatnya pada 29 Desember 2023.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ditargetkan (beroperasi) 29 Desember 2023,” ujar Aradea seperti dikutip dari detikINET, Senin (27/11).

Lebih lanjut Aradea menerangkan, ketika beroperasi perdana nanti, SATRIA-1 akan menjangkau ribuan titik di berbagai daerah di Indonesia. Targetnya pada tahun ini, sekitar 4.000-5.000 titik sudah bisa terkoneksi dengan SATRIA-1.

“Untuk sampai ke fasilitas perlu bertahap selama dua tahun ini kurang lebih. Karena harus membangun perangkat parabola kecil di setiap lokasi target,” ujar Aradea.

Seperti diketahui, SATRIA-1 telah diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, pada 18 Juni 2023 lalu. Kemudian pada 30 Oktober telah mencapai slot orbit 146 derajat Bujur Timur, yakni 36 ribu kilometer di atas Papua.

SATRIA-1 diluncurkan untuk membantu ketersediaan akses internet di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tepatnya untuk sektor pendidikan, kesehatan, pemerintah desa, hingga pertahanan.

SATRIA-1 disiapkan memiliki kapasitas 150 Gbps sehingga dapat menyediakan akses internet di 37 ribu titik di pelosok tanah air yang sebelumnya tidak ada sinyal internet.

Ketua Satgas BAKTI Kominfo, Sarwoto Atmosutarno menerangkan, SATRIA-1 nanti ketika beroperasi akan menyasar di area-area kahar yang sebelumnya direncanakan terlayani BTS 4G. Area Kahar merupakan area yang memiliki kondisi tidak terduga dan menjadi salah satu tantangan untuk menghadirkan infrastruktur berupa BTS di area tersebut.

“Jadi nanti di lokasi-lokasi yang tidak beres atau kahar itu pakai layanan dari SATRIA-1,” kata Sarwoto.

(osc)



Sumber: www.cnnindonesia.com