Perpustakaan Pribadi Charles Darwin Diungkap Pertama Kali, Cek Isinya


Jakarta, CNN Indonesia

Perpustakaan pribadi milik evolusionis Charles Darwin pertama kali diungkap ke publik. Perpustakaan ini memuat koleksi pribadi Darwin, mulai dari makalah tentang kelinci percobaan epilepsi hingga novel Elizabeth Gaskell yang disukainya.

Proyek perpustakaan Darwin ini disebut telah melibatkan hampir dua dekade kerja. Tim yang mengerjakan proyek ini bekerja seperti detektif untuk melacak ribuan buku, jurnal, pamflet, dan artikel di perpustakaan Darwin.

John van Wyhe, akademisi yang memimpin upaya ini mengatakan hal ini menunjukkan betapa luar biasanya penelitian Darwin dipengaruhi karya-karya orang lain.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ini juga menunjukkan betapa eklektiknya Darwin,” kata Van Wyhe, mengutip The Guardian.

“Ada banyak sekali hal yang mungkin berupa kliping berita dari Amerika atau Jerman tentang bebek atau belalang invasif. Itulah bagian yang menyenangkan, bukan buku-buku formal tetapi hal-hal lain, yang semuanya berkumpul bersama untuk membuat teori dan publikasi yang kita semua tahu,” tambahnya.

Katalog setebal 300 halaman yang diterbitkan oleh Darwin Online merinci 7.400 judul dari 13.000 item, termasuk jurnal, pamflet, dan ulasan.

Beberapa buku berasal dari masa sekolah Darwin, seperti A History of England (1821) karya Oliver Goldsmith, yang ia menangkan sebagai hadiah, atau buku pelajaran geografi kuno yang diberikan oleh kepala sekolahnya.

Para peneliti terkadang menggunakan catatan lelang untuk mengumpulkan koleksi Darwin.

Sebagai contoh, sebuah catatan penjualan lelang mengungkapkan bahwa Darwin memiliki salinan artikel tahun 1826 dari ahli burung John James Audubon tentang kebiasaan Burung Kalkun (Vultura aura).

Pada 2019, sebuah salinan novel Wives and Daughters karya Elizabeth Gaskell tahun 1880 muncul di pelelangan. Sebuah catatan di dalamnya mencatat “Buku ini merupakan favorit Charles Darwin dan buku terakhir yang dibacakan kepadanya.”

Van Wyhe mengatakan daftar sebelumnya tentang apa yang ada di perpustakaan Darwin hanya mencakup sekitar 15 persen dari apa yang sebenarnya ada di dalamnya.

Daftar baru ini menunjukkan bahwa Darwin memiliki berjilid-jilid buku tentang berbagai subjek yang memusingkan, termasuk biologi, geologi, filsafat, psikologi, agama, pertanian, seni, sejarah, dan travelling.

Lebih dari separuh karya-karya tersebut ditulis dalam bahasa Inggris, sementara sisanya dalam bahasa-bahasa lain seperti Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Belanda, dan Denmark.

Salah satu itemnya adalah majalah Jerman yang berisi foto bakteri yang pertama kali diketahui.

Karya tulis lain di perpustakaan ini memiliki judul seperti “Anatomi ayam berkaki empat”, “Marmut epilepsi” dan “Belalang yang penuh kebencian atau belalang Colorado”.

Lebih lanjut, proyek ini mencakup rekonstruksi virtual perpustakaan, dengan 9.300 tautan ke salinan karya yang tersedia secara gratis.

Menurut para pendukungnya, tidak ada orang yang lebih mempengaruhi pengetahuan kita tentang dunia alam selain Darwin.

Karya terbesarnya pada 1859, On the Origin of Species, menetapkan teori yang menjelaskan bagaimana kehidupan di Bumi berevolusi. Buku ini dipandang sebagai buku yang mengubah dunia, buku yang penting saat itu dan sekarang.

Van Wyhe, sejarawan sains di Universitas Singapura dan direktur Darwin Online, mengatakan semua itu menunjukkan Darwin bukanlah sosok yang terisolasi yang bekerja sendirian, melainkan seorang ahli pada masanya yang membangun ilmu pengetahuan yang canggih dan studi serta pengetahuan lain dari ribuan orang.

(lom/dmi)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com