Periode Buruk Meta, ‘Erosi’ Pengguna Landa Facebook, IG, dan Threads

Sejumlah perusahaan teknologi besar dari Meta hingga Amazon mem-PHK banyak karyawannya. Pakar menilai ini cuma latah!

Jakarta, CNN Indonesia

Kuartal III (Q3) 2023 jadi periode buruk buat Meta usai mengalami penurunan pengguna di Facebook, Instagram, dan Threads.

“Aplikasi seluler Meta memiliki audiens yang besar, namun audiens tersebut terkikis seiring waktu,” demikian dikutip dari platform analis traffic SimiliarWeb.

Data SimiliarWeb mengungkap secara global pengguna Instagram dan WhatsApp di gadget Android mengalami pertumbuhan sekitar 2 persen. Sementara, Facebook dan Messenger mengalami penurunan, masing-masing -2,3 persen dan -6,4 persen.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Facebook juga secara global masih memiliki banyak banget pengguna di web. Namun, angkanya mengalami penurunan, dengan penurunan jumlah kunjungan sebesar -6,4 persen di seluruh dunia pada Q3, sementara Instagram naik 2,9 persen.

Angka lebih buruk ditunjukkan dalam hal penggunaan di iOS dan Android di AS. Pada Q3, pengguna aktif bulanan Instagram turun -8,2 persen, sementara Facebook turun -3,8 persen.

Sempat melonjak ketika diluncurkan Juli, pengguna Threads per September di Android mengalami penurunan 40 persen.

Walau begitu, Threads masih jauh di depan Bluesky, media sosial lain yang sedang naik daun yang dibuat pendiri Twitter, Jack Dorsey. Meski memang, Bluesky masih dalam fase beta khusus undangan.

Di seluruh dunia, keunggulan Threads dibandingkan Bluesky bahkan lebih besar, berbasis Android, dengan 65 juta pengguna aktif bulanan di Threads dibandingkan dengan 2 juta pengguna aktif bulanan di Bluesky.

Iklan

Senada, traffic ke business.facebook.com, portal yang digunakan untuk membeli iklan Meta, mengalami penurunan. Penurunannya bahkan lebih besar dibandingkan pada Q1 atau Q2.

SimiliarWeb mengungkap Kuartal I Meta mengalami penurunan hampir -5 persen; Kuartal II Meta turun hampir -7,5 persen; dan Kuartal III mengalami penurunan lebih dari -10 persen.

“Namun, Meta terkadang menghasilkan lebih banyak pendapatan daripada yang kita harapkan dari metrik ini, mungkin dengan mencapai kesepakatan dengan merek besar yang belum tentu melakukan pemesanan melalui portal,” menurut situs tersebut.

[Gambas:Video CNN]

(rfi/arh)




Sumber: www.cnnindonesia.com