Penipuan File APK Data TPS Muncul Jelang Hari Pencoblosan


Jakarta, CNN Indonesia

Penipuan file APK data Tempat Pemungutan Suara (TPS) beredar di aplikasi pesan instan WhatsApp jelang hari pencoblosan 14 Februari. Masyarakat perlu waspada agar tidak terjebak modus penipuan ini.

Modus penipuan yang memanfaatkan momen pemilihan umum (pemilu) ini diterima oleh sejumlah warga. Dikutip dari akun X @TMIHARINI, sejumlah warga disebut menerima pesan file APK berkedok data TPS.

“2 hari lagi Pemilu datang, modus penipuan kembali menghadang. Menjelang Pemilu, sejumlah warga menerima penipuan berkedok file APK di WhatsApp dengan nama file ‘Data Tps Pemilu 2024,” tulis akun tersebut, Senin (12/2).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Jika aplikasi itu diinstall, biasanya akan ada permintaan akses SMS untuk membobol m-banking,” tambahnya.

Penipuan WhatsApp dengan modus file APK sebetulnya bukan hal baru, bahkan beberapa waktu yang lalu modus serupa juga sempat digunakan oleh para penipu online. Kala itu, para penipu online menggunakan file apk berkedok PPS Pemilu.

“Waspada modus penipuan file APK PPS Pemilu! Modus kejahatan pesan teks file APK kembali marak di kalangan masyarakat dan media sosial,” kata Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri lewat akun Instagram, @ccicpolri, dikutip Selasa (30/1).

File dengan format apk merupakan kependekan dari Application Package File. File ini adalah format berkas yang digunakan untuk mendistribusikan dan memasang software dan middle-ware ke Hp Android.

Biasanya, apk tidak ada di toko aplikasi resmi seperti Google Playstore.

File jenis ini kerap dimanfaatkan oleh para penjahat online untuk menyusupkan malware atau program jahat yang bisa membuat pelaku mengakses SMS di Hp korban hingga bisa menguras rekeningnya.

Pakar keamanan siber sekaligus pendiri Ethical Hacker Indonesia Teguh Aprianto pernah menjelaskan bahwa penipuan dengan modus ini tekniknya tak jauh dari aplikasi ilegal yang bisa mengakses SMS untuk mendapatkan One Time Password (OTP).

“Soal modus penipuan seperti ini, ketika korban lengah dan menginstall aplikasi tersebut, maka pelaku akan memiliki akses untuk membaca dan juga mengirimkan SMS. Dari sana bisa melebar kemana-mana,” kicaunya di Twitter pada 2022.

[Gambas:Twitter]

(lom/dmi)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com