Penguin Kaisar Terancam Punah di 2050, Kenapa?

Penguin kaisar resmi masuk ke dalam kategori satwa terancam punah. Diperkirakan pada 2050, spesies penguin ini bisa hilang dari Bumi

Jakarta, CNN Indonesia

Penguin kaisar resmi menjadi satwa terancam punah akibat perubahan iklim yang melanda Bumi. Penguin kaisar merupakan spesies penguin terbesar di planet ini.

Sebuah studi yang diterbitkan tahun lalu menjelaskan potensi ancaman kelangsungan hidup penguin kaisar (Aptenodytes forsteri). Studi ini menemukan hingga 70 persen koloni penguin kaisar di Antartika dapat punah pada 2050 jika tingkat kehilangan es laut saat ini terus berlanjut.

Dalam skenario terburuk, 98 persen koloni bahkan dapat menghilang pada tahun 2100, membuat spesies penguin terbesar di Bumi ini tidak dapat pulih kembali.

Temuan mengerikan ini mendorong U.S. Fish and Wildlife Service (USFWS) untuk mengusulkan perlindungan penguin kaisar di bawah Endangered Species Act (ESA).

Pada Selasa (25/10), USFWS secara resmi menyatakan penguin kaisar sebagai spesies yang terancam dan dengan demikian memperpanjang perlindungan mereka di bawah ESA.

“Daftar ini mencerminkan krisis kepunahan yang berkembang dan menyoroti pentingnya ESA dan upaya untuk melestarikan spesies sebelum penurunan populasi menjadi tidak dapat diubah lagi,” kata Direktur Layanan Martha Williams dalam sebuah pernyataan di situs USFWS.

“Perubahan iklim memiliki dampak besar pada spesies di seluruh dunia dan mengatasinya adalah prioritas bagi Lembaga. Masuknya penguin kaisar ke daftar berfungsi sebagai bel alarm dan juga panggilan untuk bertindak,” lanjutnya.

Menurut USFWS, saat ini ada sekitar 61 koloni penguin kaisar yang hidup di sepanjang garis pantai Antartika, yang mencakup sekitar 270 ribu hingga 280 ribu pasangan. Populasi ini disebut tampak stabil, tetapi karena hilangnya es laut yang cukup signifikan, jumlah burung yang tidak dapat terbang ini diperkirakan akan menurun “dalam tingkatan yang signifikan.”

Sebuah model menunjukkan jika manusia berhasil menahan emisi karbon secara dramatis, populasi penguin kaisar global akan berkurang sekitar 26 persen pada tahun 2050.

Namun dalam skenario emisi karbon tinggi, populasi dapat turun lebih dari 50 persen dalam jangka waktu yang sama. Sebagai catatan, penurunan populasi penguin kaisar ini bisa jadi tidak merata dan berbeda-beda di setiap wilayah koloni.

“Laut Ross dan Weddell adalah benteng bagi spesies ini, dan populasi di daerah ini kemungkinan besar akan tetap stabil,” kata USFWS, seperti dikutip dari Live Science.

“Namun, koloni penguin kaisar di Samudra Hindia, Samudra Pasifik Barat, dan Laut Bellingshausen dan Laut Amundsen diproyeksikan menurun lebih dari 90 persen karena mencairnya es laut,” lanjutnya.

Maka dari itu, keluarnya seruan perlindungan untuk penguin kaisar di bawah ESA berpotensi membantu meningkatkan spesies terhadap penurunan populasi.

Menurut Lembaga Oseanografi Woods Hole, menetapkan spesies sebagai terancam dapat “mempromosikan kerjasama internasional dalam strategi konservasi, meningkatkan pendanaan untuk program konservasi, memacu penelitian dan menyediakan alat konkret untuk pengurangan ancaman.”

Selain itu, hal ini juga membuat badan federal AS harus memastikan proyek mereka tidak mengancam penguin atau habitatnya. Misalnya, dengan tidak memuntahkan banyak karbon ke atmosfer. Badan-badan tersebut juga akan ditugaskan untuk mencegah industri perikanan membuat pasokan mangsa penguin menipis.

[Gambas:Video CNN]

(lom/lth)


[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com