Pelatihan Digitalisasi BAKTI Kominfo Pacu Wisata Sumba Timur

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan informatika melakukan pelatihan digitalisasi bagi pelaku wisata di Sumba Timur.

Jakarta, CNN Indonesia

Kabupaten Sumba Timur di Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki potensi wisata yang melimpah, mulai dari wilayah perbukitan, pesisir, padang sabana, air terjun dan yang lainnya. Sayangnya potensi ini belum dimaksimalkan.

Melihat hal itu, pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan informatika (Kominfo) melakukan pelatihan digitalisasi bagi pelaku wisata di daerah setempat.

Tujuannya agar pelaku wisata bisa melakukan promosi digital terhadap potensi wisata yang ada di daerah tersebut. Dalam pelatihan ini, BAKTI Kominfo bekerja sama dengan Atourin, salah satu perusahaan teknologi sektor pariwisata.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Program ini memiliki berbagai tujuan strategis seperti meningkatkan optimalisasi pemanfaatan infrastruktur TIK BAKTI serta mendorong para pegiat wisata untuk memahami hospitality serta digital branding dan marketing,” kata Direktur Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Kominfo Bambang Noegroho, dalam keterangan tertulis dikutip Selasa (14/11).

Bambang merinci, dalam kegiatan ini ada 30 pegiat pariwisata dari 15 desa wisata yang mendapatkan pelatihan dan pendampingan selama dua hari di Hotel Padadita Beach pada 30-31 Oktober 2023.

“Desa wisata tersebut adalah Pambotanjara, Tandulajangga, Watuhadang, Mondu, Kaliuda, Lainjanji, Tarimbang, Praimadita, Rindi, Kadumbul, Lambanapu, Malumbi, Matawai, Prailiu, dan Napu, ” ucapnya.

Sementara itu Staf Direktorat Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Kominfo, Ariella Cindy menjelaskan, BAKTI Kominfo setiap tahun rutin memiliki program untuk meningkatkan akses internet dan kapasitas sumber daya manusia di Sumba Timur.

“Kami berharap dukungan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku pariwisata yang ada di Sumba Timur,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Timur, Ida Bagus Putu Punia mengaku senang 14 desa wisata yang telah memiliki Surat Keputusan (SK) di Kabupaten Sumba Timur bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini selama dua hari ke depan.

“Ini akan sangat bermanfaat untuk diimplementasikan di desa wisata masing-masing agar dapat meningkatkan kualitas dan daya saing desa,” katanya.

Sementara Chief Executive Officer (CEO) Atourin, Benarivo Triadi Putra mengatakan, selain pemahaman informasi sesuai modul pelatihan, peserta juga dibekali dengan keahlian teknis tepat guna misalnya fotografi dan hospitality yang bisa langsung diterapkan oleh mereka.

“Peserta terlihat sangat semangat dan antusias selama pelatihan berlangsung. Atourin juga membantu proses on-boarding desa wisata dan produk paket wisata mereka di platform Atourin,” jelasnya.

Benarivo menjelaskan Atourin juga berkomitmen untuk mendampingi desa wisata peserta setelah pelatihan selesai dengan harapan semua materi dan keahlian yang diberikan selama pelatihan benar bisa terimplementasi dengan baik di desa wisata tersebut.

“Diharapkan dengan digitalisasi desa wisata ini, maka terjadi potensi peningkatan kunjungan wisatawan dan pendapatan di desa wisata tersebut. Pastinya para peserta pelatihan ini bisa menjadi local champion dalam memajukan desa wisata masing-masing melalui digitalisasi,” kata Benarivo.

(inh)



Sumber: www.cnnindonesia.com