PBB Ungkap 2023 Bakal Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah

September tahun ini tercatat sebagai September terpanas yang pernah tercatat di muka Bumi. Simak faktanya.
Jakarta, CNN Indonesia

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengatakan 2023 bakal menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat dalam sejarah, sambil mendesak negara-negara segera mengambil langkah untuk mengendalikan pemanasan global.

Organisasi Meteorologi Dunia PBB (WMO) mewanti-wanti bahwa 2023 telah memecahkan berbagai rekor iklim, dengan cuaca ekstrem yang meninggalkan “jejak kehancuran dan kesengsaraan”.

“Ini adalah rentetan rekor yang sangat mengerikan,” kata Sekjen WMO Petteri Taalas, mengutip AFP, Kamis (30/11).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Tingkat gas rumah kaca mencapai rekor suhu tertinggi. Suhu global mencapai rekor tertinggi. Kenaikan laut mencapai rekor tertinggi. Es laut Antartika mencapai rekor terendah,” ujar dia menambahkan.

WMO merilis laporan sementara Kondisi Iklim Global 2023 ketika para pemimpin dunia berkumpul di Dubai untuk konferensi iklim PBB COP28, di tengah meningkatnya tekanan untuk mengekang polusi gas rumah kaca yang memanaskan bumi.

Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa temuan rekor panas ini “seharusnya membuat para pemimpin dunia merinding”.

Menurut dia masalahnya tidak pernah separah ini, dengan para ilmuwan memperingatkan bahwa kemampuan untuk membatasi pemanasan ke tingkat yang dapat dikelola semakin tipis.

Kenaikan suhu 1,5 derajat Celsius sesuai batas di Perjanjian Paris, diprakirakan akan terjadi lebih cepat sebelum 2030. Pasalnya, dalam laporan terbaru WMO, data tahun 2023 hingga akhir Oktober menunjukkan bahwa tahun ini sudah sekitar 1,4 derajat Celsius di atas garis dasar pra-industri.

Bukan sekadar statistik

WMO akan menerbitkan laporan akhir Keadaan Iklim Global 2023 pada paruh pertama 2024.

Namun, laporan tersebut mengatakan bahwa perbedaan antara 10 bulan pertama tahun ini dengan 2016 dan 2020 –yang sebelumnya menduduki peringkat teratas sebagai tahun-tahun terpanas dalam sejarah– “sangat kecil sehingga dua bulan terakhir tampaknya tidak akan memengaruhi peringkat tersebut”.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa sembilan tahun terakhir adalah tahun-tahun terpanas sejak pencatatan modern dimulai.

“Ini lebih dari sekadar statistik,” kata Taalas, seraya memperingatkan bahwa “kita berisiko kalah dalam perlombaan untuk menyelamatkan gletser dan mengendalikan kenaikan permukaan laut”.

“Kita tidak bisa kembali ke iklim abad ke-20, tetapi kita harus bertindak sekarang untuk membatasi risiko iklim yang semakin tidak bersahabat di abad ini dan abad-abad mendatang.”




Dampak Perubahan Iklim di Indonesia (Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)

Kekacauan iklim di halaman berikutnya…




Sumber: www.cnnindonesia.com