Pakar Ungkap Sisi Positif Fenomena El Nino, Apa Saja?

Fenomena El Nino tak melulu memicu kekeringan seperti di Indonesia. Simak rincian efeknya di berbagai negara.

Jakarta, CNN Indonesia

Fenomena iklim El Nino menjadi sorotan sepanjang tahun 2023 karena dianggap sebagai salah satu biang kerok cuaca panas dan kekeringan panjang di Indonesia. Namun, di balik hal tersebut ternyata ada sisi positif dari kehadiran El Nino, apa saja?

Edvin Aldrian, profesor di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan bahwa El Nino memang memberi dampak buruk, di antaranya kekeringan parah, potensi peningkatan kebakaran hutan, hingga defisit air permukaan.

Namun, kata Edvin, masih ada dampak positif dari fenomena El Nino, khususnya dari sektor perikanan dan kelautan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Pertama, sektor perikanan akan menguat seiring dengan mendinginnya laut, di mana ikan akan berenang mendekati permukaan,” kata Edvin dalam paparannya di The 3rd International Conference on Radioscience, Equatorial Atmospheric Science and Environment (INCREASE) 2023 yang disiarkan di Youtube.

Kemudian, industri garam akan mendapat manfaat dari sinar matahari dalam jangka waktu lama. Berikutnya, industri rumput laut akan mendapatkan keuntungan dari kondisi air laut yang dingin.

Edvin menambahkan efek positif El Nino adalah sektor transportasi darat dan laut akan mendapatkan keuntungan dari kondisi bebas badai.

Selanjutnya, beberapa komoditas pertanian seperti palawija, bawang merah, tembakau, dan hutan jati akan mendapatkan manfaat dari kondisi ini.

Sektor jasa konstruksi akan mendapatkan manfaat dari peningkatan kapasitas produksi khususnya konstruksi bangunan dan akan meningkatkan industri semen. Serta, sektor pariwisata akan mendapat manfaat dari sinar Matahari yang panjang.

Lebih lanjut, Edvin mengatakan bahwa tahun 2023 merupakan tahun antara suhu kritis permukaan laut, sedikit peningkatan suhu akan meningkatkan penguapan, serta terjadinya lebih banyak curah hujan.

“Pada akhir tahun ini, dampak ENSO akan lebih terasa sehingga kita harus memanfaatkan fenomena ENSO ini dengan mengambil keuntungan dari dampak positif yang terjadi,” tuturnya.

Gejala Aneh El Nino

Para ahli menunjukkan fenomena iklim El Nino tahun ini punya gejala atmosfer unik seperti biasanya imbas kumpulan air hangat yang aneh di Pasifik sebelah barat hingga sisa La Nina.

El Nino dan La Nina merupakan anomali suhu lautan dan atmosfer di wilayah kotak imajiner yang meliputi sebagian besar wilayah Pasifik khatulistiwa bagian timur.

Dua fenomena yang tergabung dalam El Nino Southern Oscillation (ENSO) ini memicu perubahan curah hujan, untuk Indonesia misalnya, masing-masing kekeringan dan curah hujan tinggi.

Biasanya, perairan hangat di Pasifik tropis bagian timur, pusat El Nino, memanaskan udara di atasnya dan menyebabkan udara naik. Hal ini menciptakan area dengan tekanan udara rendah, hujan lebat, dan badai petir. Udara, pada gilirannya, mereda di atas Samudera Atlantik.

Selama musim dingin di belahan Bumi utara (Desember-Maret) yang dibarengi El Nino yang kuat, udara hangat terbentuk di Alaska, Kanada bagian barat, dan Amerika Serikat bagian utara.

Sementara itu, jet stream (gelombang angin kencang) Pasifik menyapu negara-negara bagian selatan, membawa kelembapan ke darat dan menyebabkan kondisi lebih dingin dan basah.

Masalahnya, kini atmosfer di pusat El Nino di Pasifik timur, atau sebelah timur garis tanggal internasional (international dateline) belum benar-benar merespons El Nino seperti biasanya.




Sumber: www.cnnindonesia.com