Pakar Ungkap Alasan Hoaks Berbahaya, Simak Risikonya

Kominfo membentuk tim gugus tugas untuk mengawasi konten hoaks dan disinformasi menjelang Pemilu 2024.


Jakarta, CNN Indonesia

Ketua Umum Siberkreasi Donny Budi Utoyo mengungkap bahaya informasi hoaks di media sosial yang bisa menyebar dengan cepat. Simak risiko penyebaran hoaks.

Donny mengatakan penyebaran hoaks bisa dilakukan dengan cepat, sementara klarifikasi mengenai informasi itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dengan rentang waktu tersebut, penerima informasi awal kemungkinan besar lebih dulu mempercayai hoaks.

“Berita klarifikasi perlu waktu 20 kali lebih lama daripada hoaks untuk mencapai level 10. Sementara Hoaks dapat menyebar lebih luas higga level 19 daripada klarifikasinya yang berhenti sampai level 10,” papar Donny dalam Talkshow Ada Apa Dengan Digital yang diselenggarakan Trans Media di Balai Sarbini, Jakarta, Rabu (7/2).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, ketika ada klarifikasi, sang penyebar hoaks kadung malu dan malah tidak ikut menyebarkan klarifikasi tersebut. Menurut dia rentang waktu dari penyebaran hoaks hingga klarifikasi ini bisa berpotensi membuat kerusakan.

“Ketika disebarkan ada klarifkasi orang yang sebar hoaks tadi udah malu, jadi klarifikasinya enggak ikut disebar, makanya hoaks cepat bergerak tapi pas diklarifikasi lambat. Kerusakan udah terjadi,” ujarnya.

Selain itu, ada sejumlah risiko dari mempercayai informasi hoaks yang menyebar di media sosial.

“Kita udah belajar banyak dari sejarah Indonesia yang dibuat kacau balau, kerusuhan, bakar-bakaran, demo yang merusak, termasuk ada ikut-ikutan kena hasut, kehilangan kepercayaan,” ujar Donny

Ia mencontohkan bagaimana hoaks juga bisa membuat penyelenggara pemilu seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bisa kehilangan kepercayaan dari publik karena penyebaran hoaks.

“Bawaslu pasti pusing, nanti perhitungan suara [bisa jadi] akan ada hoaks yang bilang enggak sah hitungannya. Orang jadi enggak percaya Bawaslu, KPU,” tuturnya.

Talks show ‘Ada Apa dengan Digital’ digelar hari ini, Rabu (7/2). Acara ini menampilkan sejumlah narasumber pemerintah dan korporasi hingga para artis.

Ajang ini merupakan hasil kolaborasi Transmedia dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Acara ini digelar di Balai Sarbini, Jakarta. Agenda tersebut akan langsung dilanjutkan dengan acara ‘Harmoni Pemilu Damai’ yang berisi deklarasi pemilu damai dan konser pukul 11.25-15.00 WIB.

(tst/dmi)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com