Pakar Jelaskan Status Kawah di Dieng usai 2 Gempa Guncang Wonosobo

Bagaimana nasib kawah di Dieng, terutama Kawah Sileri dan Kawah Timbang, usai diguncang gempa yang tak jauh dari lokasi?

Jakarta, CNN Indonesia

Menyusul rangkaian gempa dua hari berturut-turut, Kawah Timbang dan Kawah Sileri di Dataran Tinggi (Plato) Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, masih berstatus Waspada.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap Dieng turut diguncang gempa tektonik dengan Magnitudo 2,3 pada Minggu (29/1), pukul 21.28 WIB. Pusatnya ada di darat pada jarak 17 kilometer barat laut Wonosobo dengan kedalaman 10 kilometer.

Pada Senin (30/1), pukul 04.10 WIB, gempa dengan Magnitudo 2,6 kembali mengguncang Dieng dengan pusat di daratan pada jarak 11 kilometer timur laut Wonosobo dengan kedalaman 6 kilometer.

“Sampai saat ini belum ada (dampak gempa),” ungkap petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dieng Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Aziz Yuliawan, Senin (30/1) dikutip dari Antara.

“Hingga saat ini belum ada evaluasi terhadap status dua kawah tersebut,” lanjutnya.

Dari sisi aktivitas kegempaan, kata dia, Dieng hingga saat ini masih fluktuatif. Pada Sabtu (28/1), 37 kali gempa tektonik lokal terjadi dengan amplitudo 6,7-42,7 milimeter, delay time (S-P) 0,4-2,2 detik, dan lama gempa 6-17,8 detik.

Pada Minggu (29/1), 23 kali gempa tektonik lokal mengguncang dengan amplitudo 10,7-42,7 milimeter, S-P 0,5-1,48 detik, dan lama gempa 4,6-27,3 detik.

Terkait dengan evaluasi terhadap status Kawah Timbang, dia mengatakan hal itu kemungkinan akan dilakukan jika aktivitas kegempaannya sudah normal atau mendekati kondisi normal meskipun konsentrasi gas beracunnya cenderung menurun.

Dalam kondisi Aktif Normal, kata dia, aktivitas kegempaan di Kawah Timbang hanya berkisar satu hingga dua kali gempa teknonik lokal per hari.

Meski begitu, dia mengakui dalam beberapa hari terakhir konsentrasi gas beracun dari Kawah Timbang cenderung turun. Hal itu jika dibandingkan dengan saat peningkatan status dari Aktif Normal menjadi Waspada pada Jumat (13/1), pukul 23.00 WIB.

Untuk Kawah Sileri, lanjut dia, PVMBG juga belum berencana melakukan evaluasi terhadap statusnya. Menurutnya, suhu kawah tersebut dalam beberapa hari terakhir cenderung stabil.

“Suhunya saat ini cenderung di baseline (garis dasar atau kondisi normal, red.) Kawah Sileri yang berkisar 65-70 derajat Celcius,” katanya.

Ia menduga hujan yang sering terjadi dalam beberapa waktu terakhir berdampak terhadap peningkatan volume air di Kawah Sileri sehingga memengaruhi terjadinya penurunan suhu.

Aziz memperkirakan hujan tersebut tidak sampai mengakibatkan terjadinya longsoran tanah yang dapat menyumbat saluran uap air yang ada di Kawah Sileri.

“Kalau hujannya dengan intensitas tertentu, lebih dari 20 milimeter mungkin airnya bisa membawa tanah. Kalau sekarang kan hujannya sering tetapi tidak lebat,” tutur dia.

PVMBG pun merekomendasikan agar masyarakat dan wisatawan tidak mendekati Kawah Sileri pada jarak 1 kilometer dari bibir kawah.

Masyarakat juga direkomendasikan untuk tidak mendekati kawasan sektor barat daya, selatan, dan tenggara Kawah Timbang dalam jarak 500 meter serta waspada jika melakukan penggalian tanah di sekitar Kawah Timbang agar terhindar dari aliran gas CO2 yang sangat berbahaya bagi kehidupan.

Selain itu, masyarakat dan wisatawan agar tidak memasuki kawah-kawah di Kompleks Dieng yang dapat berpotensi terjadi erupsi freatik berupa semburan lumpur atau lontaran material, juga kawah-kawah dengan konsentrasi gas vulkanik yang tinggi dan berbahaya bagi kehidupan.

(Antara/arh)



[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com