Pakar Bongkar Penyebab Judi Onine Makin Marak di RI

Ada banyak bahaya yang mengintai para penggemar judi online. Simak daftarnya.


Jakarta, CNN Indonesia

Judi online masih mewabah di Indonesia dan tidak sedikit yang menggemari praktik haram tersebut. Apa sebetulnya penyebab maraknya judi online di dalam negeri?

Sosiolog Universitas Nasional (Unas) Sigit Rochadi mengatakan bahwa ada sejumlah faktor yang membuat judi online dengan mudah merebak di Indonesia. Pertama, kata dia, faktor promosi di media sosial.

“Promosinya menggunakan media sosial yang mudah diakses oleh siapapun. Kalau anda men-download aplikasi MiChat, itu berbasis di China, itu dalam waktu yang tdk terlalu lama ada tawaran untuk ikut judi, slotnya sekian,” kata Rochadi dalam acara Secret at Newsroom yang tayang Rabu (20/12).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, kata dia, media sosial lainnya yang digandrungi anak muda dan ibu rumah tangga seperti Instagram juga mulai marak promosi judi online. Hal ini pun menarik perhatian mereka yang tidak mengetahui bahaya yang mengancam dari judi online.

Menurut Rochadi promosi judi online ini juga dilakukan dengan berbagai cara. Hal ini tak lepas karena judi online sudah dikelola secara profesional.

Kemudian, faktor yang kedua adalah mereka dijanjikan bisa menang dalam beberapa kesempatan. Namun, pada kenyataannya, algoritma judi online tentu tidak akan terus-terusan memberi kemenangan kepada para pemain.

“Mereka bisa menang, bisa ikut dengan modal berapa saja, bahkan kemudian ada interaksi antara orang yang menawarkan judi dengan sasaran dan dijanjikan untuk menang, dan janji itu dipenuhi, satu, dua, tiga kali menang, yang kemudian berikutnya kalah,” tuturnya.

Faktor ketiga, kata Rochadi, adalah para pengelola situs judi online biasanya berasal dari negara-negara yang melegalkan praktik tersebut, sehingga akan sulit untuk pihak berwenang menangani hingga ke akarnya.

“Yang tidak kalah penting judi itu meskipun kelompok sasarannya itu di Indonesia, dilakukan oleh orang-orang berbahasa Indonesia, tapi basisnya ada di negara-negara yang melegalkan judi, misalnya Filipina, Kamboja, Vientam,” jelas dia.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi sebelumnya mengaku pemberantasan judi online bukan perkara mudah. Menurutnya setiap pihaknya memutus akses, situs judi online yang baru kerap muncul lagi.

“Kami sangat sadar dan menyadari penuh bahwa upaya-upaya yang saya sebutkan di atas belum menuntaskan permasalahan perjudian online, karena setiap hari terus bermunculan ribuan situs dan puluhan aplikasi baru yang dapat diunduh di luar aplikasi Apple Appstore dan Google Playstore,” jelas Budi beberapa waktu lalu.

Budi merinci sudah memutus akses 392.652 konten perjudian pada periode 18 Juli-11 Oktober 2023 atau sehari setelah dilantik sebagai Menkominfo. Rinciannya, itu terdiri dari akses 205.910 konten berupa IP Adress, 16.304 konten berupa file sharing, dan media sosial 170.438 konten.

Sementara, menurut data Kominfo di periode awal 2018 hingga 12 September 2023 atau sekitar lima tahun, pihaknya sudah memblokir 949.388 konten judi online.

Dampak judi online tak main-main. Berdasarkan catatan Kominfo kerugian masyarakat per tahun ditaksir mencapai Rp27 triliun.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membeberkan sebanyak 2,19 juta warga berpenghasilan rendah alias miskin rela merogoh kocek untuk main judi online. Jumlah itu setara dengan 79 persen dari total pemain judi online di Indonesia, 2,76 juta.

Masih menurut PPATK ada 159 juta lebih transaksi terkait judi online sepanjang tahun 2023. Nilai transaksinya mencapai Rp160 triliun.

“Tahun 2023 sampai dengan saat ini, PPATK sedang menganalisis lebih dari 159 juta transaksi dengan nilai lebih dari Rp160 triliun terkait dengan judi online,” ujar Kepala PPATK Ivan Yustiavandana beberapa waktu lalu.

Jika digabungkan dari tahun-tahun sebelumnya, angkanya jauh di atas atau terbilang sangat besar, bisa mencapai lebih 200 T.Sebelumnya, PPATK mengungkapkan transaksi terkait judi online sepanjang tahun 2017-2022 senilai Rp190.265.249.786.831 (Rp190 triliun).

(tim/dmi)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com