Netizen Kecewa Debat Adem Ayem

Warganet asal Inggris Mahyar Tousi mengaku menerima ancaman pembunuhan dari WNI dan pejabat usai mengunggah komentar nyinyir soal batik para pemimpin G20.


Jakarta, CNN Indonesia

Hasil analisis Indonesia Indicator menunjukkan netizen kecewa dengan debat terakhir capres yang digelar Minggu (4/2) malam. Netizen menganggap para capres tidak saling serang pada debat terakhir.

Hal tersebut merujuk data hasil analisis Indonesia Indicator periode Minggu (4/2) sampai Senin (5/2) siang. Selama periode tersebut ada 528.660 postingan, dengan engagement 3,9 juta, dan jumlah akun 138.567 yang diteliti dari platform X (sebelumnya Twitter), Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook.

Rustika Herlambang, Direktur Komunikasi Indonesia Indicator mengungkap isu mengenai ‘kecewa debat’ merupakan satu dari lima isu terbesar yang disorot netizen. Merujuk data Indonesia Indicator, isu ‘kecewa debat’ mendapat 183.147 tanggapan, 10.535 postingan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kecewa debat itu adalah salah satu isu yang muncul sejak awal. Kalau dibuka dari sisi emosi. Emosi terbesar itu adalah surprise,” kata Rustika dalam acara CNN Conneceted, Senin (5/2).

Menurut Rustika banyak netizen beranggapan debat terakhir capres kemarin minim serangan antar capres dan “berlangsung adem ayem”.

“Kan netizen berharap besar, karena ini debat terakhir. Ini disampaikan, kenapa ya Anies sangat manis, kenapa Prabowo enggak berani seperti biasa, kenapa gimiknya sepi, itu juga termasuk,” ujar dia.

Sementara itu, isu terbesar yang paling disorot netizen adalah masalah stunting, yakni dengan 801.530 tanggapan dan 40.834 postingan. Kemudian, disusul isu mengenai dokter (345.233 tanggapan, 32.395 postingan), pendidikan (325.9688 tanggapan, 35.490 postingan), serta closing statement (161.908 tanggapan, 11.962 postingan).

Prabowo panen sentimen negatif

Analisis Indonesia Indicator juga mengungkap bahwa capres nomor urut 2 Prabowo Subianto mendapat sentimen negatif tertinggi pada debat pamungkas kemarin. Rustika mengatakan, sentimen negatif Prabowo di media sosial sebesar 51,71 persen.

Kemudian, disusul capres nomor urut 1 Anies Baswedan dengan sentimen negatif 20,8 persen, dan selanjutnya capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dengan 18,7 persen.

Lantas, kenapa Prabowo bisa mendapat sentimen negatif tertinggi?

Menurut Rustika banyak netizen yang merasa kecewa dengan Prabowo karena tampil tidak maksimal pada debat pamungkas kemarin.

“Kemudian juga mereka menganggap kok Prabowo setuju-setuju saja. Terus kemudian ada beberapa blunder atau statement yang dianggap netizen itu tidak pas,” ujar dia.

“Misalnya soal disabilitas, kemudian soal pendidikan, dan sebagainya. Itu yang menyebabkan sebenarnya netizen itu memberikan framing negatif kepada Prabowo,” paparnya melanjutkan.

Namun begitu, Prabowo tetap mendapat sentimen engagement positif tertinggi di TikTok. Menurutnya banyak pengguna TikTok yang menyatakan dukungannya kepada Prabowo.

“TikTok yang bicara soal Prabowo adalah [penguna] TikTok yang berarti atau menyatakan dukungan dia kepada Prabowo. [Mereka menilai] Prabowo yang sangat negarawan, Prabowo yang cukup bagus, Prabowo yang mau merangkul, terutama di closing statement-nya. Itu adalah engagement terbesar,” pungkasnya.

(tim/dmi)

[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com