NASA Segera Buka-bukaan Soal Sampel ‘Alien’ dari Asteroid Bennu

NASA bakal buka-bukaan mengenai sampel

Jakarta, CNN Indonesia

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bakal buka-bukaan mengenai sampel ‘alien’ dari asteroid Bennu pada Rabu (11/10). Sampel tersebut sebelumnya tiba di Bumi pada 24 September 2023 usai diantar oleh pesawat ruang angkasa OSIRIS-REx.

Dalam sebuah unggahan di Twitter, NASA mengumumkan bahwa mereka akan segera memperlihatkan kepada publik sampel asteroid yang dibawa kembali ke Bumi oleh OSIRIS-REx. Momen ini akan disiarkan langsung pada Rabu (11/10).

“Empat hari lagi, kita akan mengungkap sampel dari asteroid Bennu yang dikumpulkan dari misi #OsirisRex. Nantikan siaran langsungnya mulai pukul 11:00 ET, Rabu, 11 Oktober,” demikian cuitan @NASA_Johnson pada Sabtu (7/10).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

OSIRIS-REx mengambil sampel dari Bennu pada tahun 2020 dan menghabiskan waktu satu setengah tahun untuk mengamati asteroid tersebut dari luar angkasa, sebelum mulai kembali ke Bumi pada Mei 2021. Setelah mendarat bulan lalu, tabung tersebut dibawa ke Houston, Texas untuk dibuka di Johnson Space Center NASA.

Di sisi lain, OSIRIS-REx masih berada di luar angkasa dan kini sedang menuju ke asteroid Apophis dengan nama misi baru, OSIRIS-APEX, mengutip Engadget

Asteroid Bennu diperkirakan berusia lebih dari 4,5 miliar tahun, yang berarti materialnya dapat menyimpan petunjuk tentang pembentukan tata surya dan bagaimana bahan penyusun kehidupan sampai ke Bumi. Dan, yang menggembirakan para ilmuwan, misi ini berhasil menangkap lebih banyak materi daripada yang diperkirakan sebelumnya.

“Masalah terbesar yang dihadapi adalah banyaknya materi yang dikumpulkan, sehingga butuh waktu lebih lama dari yang kami perkirakan untuk mengumpulkannya,” ujar Christopher Sneadr, wakil pimpinan kurasi OSIRIS-REx NASA.

Tim ilmuwan NASA mengaku happy usai mengetahui sampel ‘alien’ dari asteroid Bennu, yang dibawa oleh pesawat ruang angkasa OSIRIS-REx ke Bumi, amat melimpah. Namun, mereka mengungkap itu memicu masalah lain.

Hal itu terungkap ketika mereka membongkar tabung berisi sampel yang dijatuhkan ke Bumi pada 26 September.

Ditemukan banyak sekali materi berbutir halus di bagian dalam tutup dan dasar di sekeliling mekanisme pengambilan batuan dan tanah dari luar Bumi. Puing-puing tak terduga itu bisa mengungkap informasi penting tentang asteroid tersebut sebelum sampel utama dianalisis.

Apa itu asteroid Bennu?

Bennu merupakan asteroid berisi tumpukan puing berbentuk seperti gasing yang berputar, lebarnya sekitar sepertiga mil (500 meter) dan terdiri dari bebatuan yang terikat gravitasi.

Berkat survei keseluruhan, tim misi mendapatkan asupan data yang belum pernah didapat sebelumnya tentang asteroid. Itu termasuk soal penemuan air dalam bentuk es yang terkunci di dalam batuan, hingga karbon yang sebagian besar terkait dengan dengan kehidupan.

Bennu juga bisa dibilang sebagai peninggalan kuno dari masa-masa awal Tata Surya kita, karena sudah mengalami sejarah lebih dari 4,5 miliar tahun. Para ilmuwan menduga bahwa dalam waktu 10 juta tahun setelah Tata Surya terbentuk, komposisi Bennu saat ini sudah terbentuk.

Mengutip laman resmi NASA, Bennu kemungkinan besar terpisah dari asteroid yang jauh lebih besar dan kaya karbon sekitar 700 juta hingga 2 miliar tahun lalu. Bennu kemungkinan besar terbentuk di Sabuk Asteroid Utama antara Mars dan Jupiter, dan sejak saat itu melayang lebih dekat ke Bumi.

Karena usianya yang sudah sangat tua, Bennu bisa jadi mengandung molekul organik yang mirip dengan molekul-molekul yang mungkin terlibat dalam awal kehidupan di Bumi.

(tim/dmi)


[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com