NASA Deteksi Bahaya, Asteroid Seluas Lapangan Bola Melintas Malam ini

Asteroid seukuran lapangan sepak bola mencapai jarak terdekat dengan Bumi malam ini. Simak potensi bahayanya.


Jakarta, CNN Indonesia

Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) memprediksi asteroid seukuran stadion sepak bola yang “berpotensi berbahaya” meluncur dengan aman melewati Bumi malam ini.

Menurut Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA,  asteroid raksasa bernama 2008 OS7 ini disebut akan mencapai titik terdekatnya dengan planet kita selama lebih dari 100 tahun, yakni sekitar 1,77 juta mil (2,85 juta kilometer).

Sebagai perbandingan, jarak ini sekitar tujuh kali lebih jauh dari jarak Bulan mengorbit Bumi. Meski begitu, setidaknya perlu beberapa abad sebelum batu antariksa itu bisa sedekat ini lagi dengan Bumi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat melewati Bumi, kata JPL, asteroid tersebut akan melaju dengan kecepatan sekitar 41.000 mil per jam (66.000 km per jam).

Melansir LiveScience, Anda dapat menyaksikan sendiri terbangnya asteroid dekat Bumi itu lewat siaran langsung di The Virtual Telescope Project yang akan dimulai pada Jumat (2/2) pukul 13.00 ET atau Sabtu (3/2) pukul 01.00 WIB.

Ketebalan batuan luar angkasa ini sekitar setengah dari ukuran asteroid Bennu, asteroid yang sampelnya diangkut oleh NASA, atau setidaknya 70 kali lebih kecil dari meteor Vredefort, batuan luar angkasa terbesar yang pernah menghantam Bumi.

Meski masih cukup jauh dan tidak pernah berdampak pada Bumi, Asteroid 2008 OS7 diklasifikasikan sebagai “berpotensi berbahaya” oleh JPL NASA lantaran ukurannya.

Jika benar-benar jatuh ke Bumi, asteroid ini disebut cukup besar untuk melenyapkan sebuah kota besar seperti New York, AS.

Namun, objek tersebut tidak cukup besar untuk dianggap sebagai asteroid “pembunuh planet” seperti meteor Vredefort atau batuan luar angkasa yang memusnahkan dinosaurus 66 juta tahun lalu.

NASA sejauh ini sudah mengidentifikasi sekitar 25 ribu asteroid yang berpotensi berbahaya. Salah satu asteroid mematikan ini diperkirakan akan menghantam Bumi setiap 20 ribu tahun sekali.

Jarak variatif

OS7 2008 memiliki orbit yang sangat elips, artinya orbitnya tidak rata mengelilingi Matahari. Jaraknya dengan Bumi pun sangat bervariasi setiap kali dia mendekati planet kita.

Misalnya, kata JPL, ketika asteroid ini mendekati Bumi tak lama setelah penemuannya pada 2008, jaraknya sekitar 55,9 juta mil (90 juta km) dari kita, yang berarti lebih dari 30 kali lebih jauh dibandingkan kejadian kali ini.

Sejauh ini, para ilmuwan baru dua kali mengamati secara langsung asteroid yang terbang melintasi Bumi.

Berdasarkan data orbit batuan luar angkasa, JPL telah melakukan simulasi setiap pendekatan jarak dekat yang dilakukan asteroid tersebut sejak 1900. Lembaga ini juga memperkirakan setiap pendekatan jarak dekat yang akan dilakukan hingga 2198.

Tidak ada titik lain dalam kumpulan data hampir 300 tahun ini yang memperkirakan asteroid akan berada lebih dekat ke Bumi dibandingkan kesempatan malam ini.

Beberapa asteroid lain telah mendekati atau masuk atmosfer Bumi dalam beberapa pekan terakhir.

Pada 27 Januari, sebuah asteroid seukuran pesawat melewati Bumi pada jarak hanya 220 ribu mil (354 ribu km), yang sedikit lebih dekat dibandingkan jarak Bulan ke Bumi.

Pada 21 Januari, sebuah asteroid seukuran bocah ditemukan oleh para astronom sekitar 3 jam sebelum meledak di atmosfer di atas Jerman.

[Gambas:Video CNN]

(tim/arh)



Sumber: www.cnnindonesia.com