NASA Bakal Tunda Misi ke Bulan dalam Waktu Lama, Simak Pemicunya

Christina Koch menjadi astronaut perempuan pertama di NASA yang akan mengorbit di Bulan.


Jakarta, CNN Indonesia

Lembaga antariksa AS NASA disebut segera mengumumkan “penundaan selama berbulan-bulan” misi berawak pertama dari program Artemis.

Hal tersebut diungkap oleh seorang karyawan dan mantan staf NASA kepada CNN.

Penundaan ini berdampak pada misi Artemis II NASA, yang bertujuan mengirim empat astronaut dalam perjalanan terbang ke Bulan yang dijadwalkan lepas landas pada November ini.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun misi tersebut diperkirakan tidak akan lebih sebelum tahun 2025, menurut sumber tersebut, membenarkan spekulasi berbulan-bulan bahwa penundaan akan segera terjadi.

Dalam laporan pada November, Inspektur Jenderal NASA mengisyaratkan potensi penundaan misi tersebu imbas tiga tantangan utama yang harus diatasi sebelum dapat menerbangkan manusia ke Bulan dengan aman.

Pertama, struktur tanah yang digunakan untuk membangun, mengangkut, dan meluncurkan roket Space Launch System yang sangat besar atau dijuluki Mobile Launcher 1 mengalami kerusakan lebih besar dari yang diperkirakan.

Dalam laporan November disebutkan bahwa perbaikan struktur sedang berlangsung.

Kedua, pelindung panas pada pesawat ruang angkasa Orion terkikis dengan cara yang tidak terduga selama misi Artemis I karena terkena suhu yang mencapai sekitar setengah panas permukaan Matahari saat masuk kembali ke atmosfer Bumi.

Ketiga, Inspektur Jenderal mencatat apa yang diyakini pejabat NASA sebagai “jalur kritis utama” untuk misi Artemis II: mempersiapkan Orion untuk awak pertamanya dan mengintegrasikannya dengan Modul Layanan Eropa, yang menyediakan tenaga dan propulsi.

“Jalur kritis” dalam perencanaan proyek mengacu pada aspek misi yang diperkirakan akan memakan waktu paling lama.

Tujuan Artemis

Misi Artemis II dijadwalkan dibangun setelah berhasil menyelesaikan misi Artemis I, sebuah uji terbang tanpa awak yang mengirim kapsul Orion NASA dalam perjalanan sejauh 1,4 juta mill ke putaran Bulan.

Misi ini ditetapkan menjadi misi pertama manusia mengorbit Bulan sejak berakhirnya program Apollo sekitar 50 tahun lalu.

Para kru, yang diumumkan pada April, termasuk Reid Wiseman dari NASA, Victor Glover dan Christina Koch, serta astronaut Badan Antariksa Kanada Jeremy Hansen.

Perjalanan misi ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar 10 hari dan akan mengirim kru ke luar Bulan, berpotensi lebih jauh ke ruang angkasa daripada yang pernah dilakukan manusia, meski jarak pastinya masih belum ditentukan.

Artemis II diperkirakan akan membuka jalan bagi misi Artemis III pada akhir dekade ini. Pada misi itu, NASA berjanji akan menempatkan perempuan dan orang kulit berwarna di permukaan Bulan untuk pertama kalinya.

Hal ini juga menandai pertama kalinya manusia mendarat di Bulan sejak program Apollo berakhir pada tahun 1972.

NASA menargetkan tanggal peluncuran Artemis III pada 2025, meskipun Inspektur Jenderal badan antariksa tersebut telah mengatakan penundaan kemungkinan akan mendorong misi tersebut ke tahun 2026 atau lebih.

[Gambas:Video CNN]

(rfi/arh)



Sumber: www.cnnindonesia.com