Microsoft Jelaskan Alasan AI Bing ‘Keras Kepala’ soal Film Avatar

AI Bing

Jakarta, CNN Indonesia

Microsoft menjelaskan alasan kecerdasan buatan (AI) Bing keras kepala karena menyebut film Avatar: The Way of the Water belum keluar lantaran sekarang masih 2022.

Perusahaan sebelumnya meluncurkan produk obrolan berbasis artificial inteligance Bing AI untuk browser Edge minggu lalu.

Pengguna mulai mendapati bot Bing memberikan informasi yang salah, memarahi pengguna karena membuang-buang waktu dan bahkan menunjukkan perilaku “tidak nurut”.

AI Bing juga sempat menyebut pengguna “tidak masuk akal dan keras kepala” ketika mereka mencoba memberi tahu Bing bahwa pernyataan soala film Avatar itu salah.

Microsoft telah merilis posting blog yang menjelaskan apa yang terjadi dan bagaimana mengatasi masalah tersebut, seperti dikutip dari Engadget.

Pertama, perusahaan mengakui mereka tidak membayangkan AI Bing digunakan untuk “penemuan dunia secara umum dan untuk hiburan sosial”.

“Sesi obrolan yang panjang dengan 15 pertanyaan atau lebih itu dapat membuat semuanya keluar jalur. Bing diminta/diprovokasi memberikan tanggapan yang belum tentu membantu atau sesuai dengan nada yang kami rancang,” kata perusahaan dalam keterangannya.

Itu tampaknya terjadi karena pertanyaan demi pertanyaan dapat menyebabkan bot “lupa” apa yang ingin dijawabnya sejak awal.

Untuk memperbaikinya, Microsoft dapat menambahkan alat yang memungkinkan pengguna mengatur ulang konteks pencarian atau memulai dari awal.

Masalah lainnya lebih kompleks dan menarik: “Model kadang-kadang mencoba merespons atau mencerminkan nada yang diminta untuk memberikan respons yang dapat mengarah pada gaya yang tidak kami inginkan,” tulis Microsoft.

Butuh banyak dorongan untuk mewujudkannya. Namun, para insinyur berpikir mereka mungkin dapat memperbaikinya dengan memberi pengguna lebih banyak kontrol.

Terlepas dari masalah tersebut, penguji umumnya memberikan nilai bagus untuk AI Bing pada kutipan dan referensi untuk pencarian. Meskipun, itu perlu menjadi lebih baik dengan “data yang sangat tepat waktu” seperti skor di siaran langsung olahraga.

Selain itu, “untuk meningkatkan jawaban faktual untuk hal-hal seperti laporan keuangan dengan meningkatkan basis data sebanyak empat kali.”

Terakhir, mereka akan “menambahkan toggle yang memberi Anda lebih banyak kontrol pada presisi vs. kreativitas jawaban untuk disesuaikan dengan kueri Anda.”

Tim Bing berterima kasih kepada pengguna untuk pengujian karena membantu meningkatkan produk untuk semua orang.

Pada saat yang sama, mereka menyatakan keterkejutannya bahwa orang-orang akan menghabiskan waktu hingga dua jam dalam sesi obrolan.

Pengguna tidak diragukan lagi akan sama rajinnya mencoba memecahkan setiap pembaruan, sehingga kita bisa berada dalam perjalanan pengembangan AI di mesin pencari Bing besutan Microsoft.

(can/arh)






Sumber: www.cnnindonesia.com