Meta Uji Coba Trending Topik di Threads, Bakal Mirip X?


Jakarta, CNN Indonesia

Meta sedang menguji fitur baru yang memungkinkan pengguna Threads untuk melihat jenis percakapan apa yang sedang menjadi trending topic di platform tersebut.

Mark Zuckerberg, bos Meta, membagikan sebuah tangkapan layar dalam sebuah postingan di Threads yang menunjukkan aplikasi ini telah mulai menguji coba “Today’s top topics’ di Amerika Serikat.

Menurut Meta fitur ini akan menampilkan “topik-topik yang sedang hangat diperbincangkan orang lain” dan akan muncul di pencarian dan diselingi dengan postingan di feed For You. Tren tertentu akan “ditentukan oleh sistem AI kami berdasarkan apa yang sedang ramai diperbincangkan orang saat ini di Threads,” ujar kepala Instagram Adam Mosseri.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menariknya, Threads akan memunculkan tren yang berkaitan dengan politik dan pemilu. Padahal, pekan lalu, perusahaan mengatakan mereka tidak akan lagi menyarankan konten politik dalam rekomendasinya kecuali jika pengguna memilih untuk ikut serta, mengutip Endgadet, Selasa (13/2).

Namun Meta telah mengkonfirmasi bahwa pembatasan tersebut tidak akan berlaku pada fitur trennya. “Konten politik dapat menjadi topik,” kata juru bicara Meta.

“Kami hanya akan menghapus topik politik jika topik tersebut melanggar Panduan Komunitas kami atau kebijakan integritas lain yang berlaku.”

Penambahan tren telah menjadi pembaruan yang telah lama diminta oleh banyak pengguna Threads yang berharap untuk membuat layanan ini lebih dapat digunakan sebagai sumber informasi dan pembaruan secara real-time. Fitur ini sebelumnya terlihat dalam versi karyawan aplikasi, tetapi tidak jelas apakah Meta akan meluncurkannya secara lebih luas mengingat keinginan Mosseri untuk menghindari percakapan yang “mendorong” tentang “politik dan berita keras.”

Meskipun AI akan menentukan sebagian besar dari apa yang muncul, tampaknya Meta berencana untuk melakukan kurasi terhadap apa yang muncul sebagai “topik utama”.

Sebuah tim yang terdiri dari “spesialis konten” akan “memastikan bahwa topik-topik tersebut tidak melanggar Pedoman Komunitas kami atau pedoman integritas lain yang berlaku, dan bahwa topik-topik tersebut tidak duplikatif, tidak masuk akal, atau menyesatkan,” ujar juru bicara Meta.

Untuk saat ini, “topik-topik teratas hari ini” hanyalah sebuah “uji coba kecil” namun Zuckerberg mengatakan bahwa fitur ini akan hadir di lebih banyak negara dan bahasa “setelah kami menyempurnakannya.”

Fitur trending topic ini sebelumnya juga menjadi andalan di media sosial lain, X (sebelumnya Twitter), milik Elon Musk. 

Di X, kata, frasa, maupun topik yang disebutkan lebih banyak daripada yang lain bisa menjadi trending topic. Topik yang sedang tren ini menjadi populer baik melalui upaya bersama oleh pengguna atau karena suatu peristiwa yang mendorong orang untuk membicarakan topik tertentu. 

(tim/dmi)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com