Menteri LHK Tepis Insiden WO Saat Jokowi Pidato di COP28: Dunia Memuji

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengungkap sejumlah warisan besar Presiden Joko Widodo dalam mengatasi krisis iklim. Berikut daftarnya.


Jakarta, CNN Indonesia

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar membantah ada insiden walkout (WO) saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) pidato di gelaran COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab.

Ia mengatakan sejumlah negara justru mengapresiasi apa yang disampaikan Jokowi pada World Climate Action Summit (WCAS) dalam gelaran COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab beberapa waktu lalu.

Siti mengatakan pengakuan internasional kepada Indonesia sangat positif. Jokowi, kata dia, juga mendapat apresiasi dari Sekjen PBB Antonio Guterres dan PM Norwgia Jonas Gahr Støre.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Demikian pula pada pertemuan bilateral, yang mana, Sekjen PBB dan juga PM Norway memberikan apresiasi atas progres RI dalam inisiatif aktif serta kemajuan aksi iklim menurunkan emisi, khususnya dalam restorasi mangrove serta penurunan deforestasi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir hingga sekarang,” kata Siti dalam pernyataan di laman resmi KLHK, Rabu (6/12).

Dalam Pernyataan Nasional itu, Jokowi menegaskan bahwa dengan segala keterbatasan, Indonesia terus menurunkan emisi karbon antara tahun 2020 hingga 2022.

Tidak hanya itu, Jokowi juga mengaku sudah bekerja keras untuk memperbaiki pengelolaan Forest and Other Land Use (FOLU), serta mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan.

Dalam hal pengelolaan FOLU, Indonesia terus menjaga dan memperluas hutan mangrove serta merehabilitasi hutan.

Menurut Siti penyampaian Pernyataan Nasional yang disampaikan Jokowi tersebut mendapat apresiasi dari negara lain. Jokowi, kata dia, juga mendapat apresiasi dalam beberapa forum terkait pencapaian penurunan emisi, khususnya terkait dengan restorasi mangrove dan penurunan deforestasi.

Untuk pertama kalinya, penyampaian National Statement COP UNFCCC dilaksanakan di 2 ruang terpisah, dengan audiens yang terbagi dua. Selain itu juga, berbagai pertemuan side events dan pertemuan bilateral dihadiri oleh para delegasi pada saat yang sama.

Dalam penyampaian National Statement di ruang Plenary Al Ghafat, Expo City Dubai, Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA), Jumat, 1 Desember 2023, hanya kepala negara yang dapat masuk bersama dengan dua pendamping. Delegasi Indonesia hanya dihadiri oleh Jokowi, didampingi Siti Nurbaya dan Wakil Menteri Luar Negeri, Pahala Mansury.

Siti juga membantah kabar yang menyebutkan terdapat delegasi lain yang melakukan walk-out saat Jokowi pidato. Siti menjelaskan bahwa dirinya dan Wamenlu Pahala Mansury hadir di semua agenda Bapak Presiden.

“Setiap delegasi negara dipimpin Kepala Negara/Pemerintahan dan hanya didampingi oleh dua Menteri. Jadi tidak benar sama sekali bahwa ada walk out atau NGO walk out. Memasuki ruang sidang bersama kepala negara juga dengan pengaturan yang ketat dalam sistem security PBB,” demikian pernyataan resmi KLHK.

Wakil Menteri Luar Negeri, Pahala Mansury juga mengungkapkan hal yang sama, bahwa justru Presiden Joko Widodo mendapat apresiasi dalam beberapa forum terkait pencapaian penurunan emisi.

Isu walkout saat Jokowi berpidato jadi sorotan sejumlah pengguna media sosial. Pengguna X @Paltiwest, misalnya, mengatakan peserta konferensi COP28 walkout saat Jokowi berpidato. Akun itu mengaitkan dengan kebijakan lumbung pangan atau food estate.

“Saat ke Dubai bicara di conference lingkungan COP28, pada kesempatan Jokowi berpidato ditinggal oleh para audience yang sebagian besar terdiri dari delegasi NGO Global seperti Green Peace, Walhi, Save Borneo dan NGO lainnya,” kata akun tersebut pada Rabu (6/12).

“Mereka melakukan protes atas kebijakan Jokowi terkait Food Estate yang dinilai gagal sementara sudah ratusan ribu hektar lahan hutan yang digunduli sehingga merusak lingkungan hutan Kalimantan,” imbuhnya.

Organisasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau WALHI menyebut pidato Jokowi di COP28 Dubai itu ‘penuh mimpi dan kontradiksi’.

(tim/dmi)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com