Menkominfo Sambut Baik Kerja Sama RI-China di Sektor Digital

Menkominfo Budi Arie Setiadi membongkar tantangan terbesar yang harus dihadapi demi mewujudkan transformasi digital di Indonesia. Simak paparannya.

Jakarta, CNN Indonesia

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden Eksekutif dan Sekretaris Eksekutif Utama Asosiasi Sains dan Teknologi (CAST) China He Junke di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Dalam pertemuan ini, kedua negara sepakat untuk memperkuat kerja sama di sektor digital. Khususnya dalam bidang riset, pengembangan teknologi, serta peningkatan kompetensi dan kecakapan sumberdaya manusia digital.

“Saya harap rangkaian acara hari ini dapat menjadi momentum penguatan kerja sama dalam berbagai sektor. Berbagai kerja sama juga telah dibangun oleh kedua negara dan peluang kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok terbuka lebar,” kata Budi seperti dikutip dari ANTARA.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Budi, kerja sama ini dilakukan guna menghadapi tantangan pemanfaatan teknologi baru dari sektor digital yang terus berkembang. Dengan adanya kerja sama baru dengan penguatan di sektor digital, diharapkan hubungan Indonesia dan China dapat memberikan manfaat lebih dari sektor yang tengah bertumbuh itu.

Dengan demikian, Budi mendorong kerja sama antara kedua negara dapat mencakup teknologi-teknologi terkini seperti penerapan kecerdasan buatan (AI), keuangan digital, kesehatan digital, pemerintahan digital, serta teknologi pengembangan kota pintar atau smart city.

“Saya mendorong kolaborasi pelaku bisnis, akademisi, dan masyarakat untuk dapat mendukung Gerakan Menuju 100 Kota Cerdas di Indonesia. “Kami terbuka atas gagasan-gagasan maupun potensi kerja sama ke depan,” ujarnya.

Sementara dalam hal kemitraan, kata dia, China merupakan salah satu mitra yang erat dengan Indonesia dan menjadi salah satu mitra dagang terbesar. Di mana pada 2022 nilai investasi Tiongkok di Indonesia mencapai US$8,2 miliar atau setara Rp127.9 triliun dan memiliki total nilai perdagangan sebesar 133 miliar dolar AS. (Rp2,07 kuadriliun).

Dalam acara itu hadir perwakilan dari Institut Komunikasi Tiongkok, ZTE Indonesia, Masyarakat Telematika Indonesia, dan Telkom University.

Pemerintah melalui Kominfo diketahui terus melakukan upaya peningkatan sektor digital di dalam negeri. Selain berbagai kerja sama, Kominfo melalui BAKTI Kominfo terus melakukan perluasan jaringan internet di wilayah 3T, dan pembangunan ekosistem digital yang dilakukan BAKTI Kominfo.

(osc)



Sumber: www.cnnindonesia.com