Menkominfo Buka Suara Soal Daya Saing Digital RI Naik 6 Peringkat

Indonesia naik enam tingkat di ranking Daya Saing Digital Dunia ke peringkat 45. Apa kata Menkominfo?


Jakarta, CNN Indonesia

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi merespons capaian Indonesia yang naik enam tingkat di ranking Daya Saing Digital Dunia ke peringkat 45.

Menurut laporan World Digital Competitiveness Ranking (WDCR) 2023 dari lembaga International Institute for Management Development (IMD), Indonesia menempati peringkat Daya Saing Digital pada posisi 45 dunia, dari sebelumnya berada di ranking 51 pada 2022.

“Ini bukti upaya dan kerja keras pemerintah dalam mempercepat transformasi digital nasional telah berhasil. Daya Saing Digital Indonesia tahun 2023 naik menjadi peringkat ke-45 terbaik di dunia,” ujar Budi di kantornya, Jakarta, Kamis (25/1), dalam siaran persnya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ini menandakan transformasi digital yang telah disiapkan Bapak Presiden Joko Widodo berhasil dan diakui dunia,” lanjut dia.

Laporan IMD WDCR 2023 ini melihat tiga faktor utama, yakni Pengetahuan (Knowledge), Teknologi (Technology), dan Kesiapan Masa Depan (future readiness).

Indonesia secara keseluruhan mendapat skor 60,36. Rinciannya, Knowledge 43,97, Technology 61,76, dan Future readiness 57,05.

Bandingkan dengan Amerika Serikat yang berada di peringkat pertama dengan skor 100; Knowledge mencapai 92,56, Technology 91, dan Future Readiness 98,14.

Menurut Menkominfo, keberhasilan Indonesia dinilai dari dua aspek yaitu pertumbuhan investasi yang agresif di sektor telekomunikasi, perbankan serta venture capital dan pertumbuhan para entrepreneur teknologi turut menyokong kesiapan teknologi Indonesia di masa depan.

“Dua faktor utama itu yang berhasil mendongkrak daya saing digital Indonesia,” ucap Budi.

Laporan WDCR ini membandingkan peringkat kemapanan daya saing digital dari 64 negara.

Hasil riset lembaga asal Swiss itu menunjukkan daya saing digital Indonesia lebih unggul dibanding sejumlah negara Asia lain seperti India (peringkat 49), Filipina (59) dan Mongolia (63).

Namun, untuk kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih kalah dari Singapura (peringkat 3), Malaysia (33) dan Thailand (35).

Laporan IMD WDCR mengidentifikasi dua faktor yang masih perlu ditingkatkan agar daya saing digital Indonesia meningkat yaitu pendidikan dan pelatihan serta riset dan pengembangan teknologi.

IDM juga merilis posisi kecepatan internet di Indonesia yang berada pada urutan ke 62 dari total 64 negara yang diteliti.

“Kemarin saya sudah bertemu dengan ekosistem dan terus berupaya mencari solusi konkret untuk meningkatkan kecepatan internet di Indonesia,” respons Menkominfo.

[Gambas:Video CNN]

(tim/arh)



Sumber: www.cnnindonesia.com