Menkominfo Akan Batasi Kecepatan Internet Fixed Minimal 100 Mbps

Menurut Menkominfo Budi Arie Setiadi IKN akan menjadi smart city yang semuanya berbasis digital dan teknologi. Karenanya butuh jaringan internet yang ngebut.


Jakarta, CNN Indonesia

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi berencana menetapkan batas minimal kecepatan internet tetap (fixed broadband) di Indonesia 100 Mbps imbas leletnya jaringan saat ini.

Budi Arie, dalam keterangan di laman resmi Kominfo, mengatakan kecepatan internet Indonesia masih rendah di angka 24,9 Mbps. Ia mengklaim kecepatan itu di bawah Filipina, Kamboja, dan Laos, dan hanya unggul dari Myanmar dan Timor Leste di kawasan Asia Tenggara.

Oleh karena itu, Budi menyatakan Kementerian Kominfo berencana “membuat kebijakan bagi seluruh penyedia fixed internet broadband untuk jaringan yang tertutup tidak diperkenankan menjual layanan internet di bawah 100 Mbps.”


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menkominfo juga akan memanggil seluruh operator seluler dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk berdiskusi mengenai optimalisasi kecepatan internet.

“Internet ini merupakan kebutuhan pokok, kenapa masih menjual 5 Mbps, 10 Mbps untuk fixed internet broadband? Kenapa tidak langsung menjual 100 Mbps? Makanya, saya akan buat kebijakan untuk mengharuskan mereka menjual fixed internet broadband dengan kecepatan 100 Mbps,” cetus Budi, dalam Kunjungan Kerja ke Balmon SFR Kelas I Palembang, Sumatera Selatan, Senin (22/1).

Seberapa lelet jaringan tetap alias internet kabel optik di Indonesia?

Merujuk Speedtest Global Index milik Ookla, Indonesia berada di peringkat 126 dunia dari total 178 negara dengan kecepatan rata-rata 27,87 Mbps.

Rinciannya, Indonesia memiliki kecepatan download fixed broadband 27,87 Mbps, upload 16,85 Mbps, dan latency 7 ms.

Untuk kawasan Asia Tenggara, kecepatan internet fixed broadband Indonesia miris, hanya lebih baik daripada Myanmar dan Timor Timur. Sementara, negara tetangga Singapura menjadi negara dengan kecepatan fixed braodband terbaik dunia dengan 270,62 Mbps.

Kemudian, Thailand di peringkat 9 dengan 221,32 Mbps, Malaysia di peringkat 38 dengan kecepatan rata-rata 111,70 Mbps, Vietnam di peringkat 42 dengan 107,42 Mbps, Filipina di peringkat 49 dengan 92,92 Mbps.

Selain itu, Brunei di peringkat 73 dengan 68,72 Mbps, Kamboja di peringkat 111 dengan 37,03 Mbps, dan Laos di peringkat ke-119 dengan 32,59 Mbps.

Ranking Indonesia ini turun dibanding Juli 2023, yakni peringkat ke-122. Namun demikian, saat itu kecepatan rata-rata Indonesia hanya 26,12 Mbps.

[Gambas:Video CNN]

(tim/dmi)



Sumber: www.cnnindonesia.com