Mengenal JAKI, Aplikasi yang Dipamerkan Anies di Debat Pertama Capres

Warganet riuh soal kehadiran Meja Pengaduan di Balaikota. Pasalnya, DKI Jakarta dianggap sudah memilki JAKI sebagai saluran pengaduan.


Jakarta, CNN Indonesia

Aplikasi JAKI mendapat sorotan warganet usai calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan membanggakan aplikasi tersebut dalam debat pertama calon presiden pada Selasa (12/12) malam. Apa sebetulnya aplikasi JAKI?

Pembahasan mengenai JAKI mengemuka saat Anies menanggapi capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo terkait masalah layanan publik.

“Dulu di Jakarta kami buat namanya JAKI. JAKI adalah sebuah super apps yang membantu setiap pelayanannya ada ukurannya,” kata Anies.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu, apa sebetulnya JAKI?

JAKI merupakan singkatan Jakarta Kini. Aplikasi ini merupakan super-app Jakarta yang menyediakan pelbagai layanan satu pintu untuk membantu keseharian warga.

Aplikasi ini diluncurkan saat Anies masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. JAKI pertama kali diperkenalkan dalam Town Hall Meeting 2019.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat itu menyatakan bahwa aplikasi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi dan mengintegrasikan seluruh layanan masyarakat. Dengan kata lain, JAKI menjadi aplikasi pusat informasi dan layanan berbagai kebutuhan di Jakarta.

“Dengan JAKI, Anda bisa menikmati fitur layanan dan informasi hingga melapor kondisi fasilitas umum serta layanan publik di Jakarta,” tulis Pemprov DKI di laman resminya.

Aplikasi ini memiliki pelbagai fitur, seperti JakLapor sebagai kanal pengaduan warga untuk Pemprov DKI; JakPangan untuk mengetahui informasi harga dan ketersediaan pangan terkini di seluruh Pasar Jaya di Jakarta; JakPenda untuk memeriksa informasi dan pembayaran seputar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Daerah, dan e-Retribusi.

Selain itu, ada juga fitur Pantau Banjir untuk warga dapat mengetahui lokasi titik banjir dan tinggi muka air di berbagai aliran sungai di Jakarta.

Selama pandemi Covid-19 kemarin, warga juga memanfaatkan aplikasi ini untuk melaporkan pelanggaran aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), serta bisa digunakan untuk mendaftar program vaksin Covid-19.

Aplikasi JAKI diretas

Tak berselang lama usai pernyataan Anies di panggung debat, muncul kehebohan kalau aplikasi ini diretas. Peretasan itu juga muncul di notifikasi.

HALO WARGA JAKARTA SELAMAT MALAM!!! BARUSAN JAKI DI MENTION DI DEBAT PILPRES NIH, WAH SORRY TO SAY, BUT APLIKASI INI TAMPAKNYA TIDAK TERLALU DIURUS KENYATAANNYA. DARI SEGI TEKNOLOGI, KEAMANAN IT-NYA YANG ASAL-ASALAN DIURUS, DAN SUB-SUB FUNGSI APLIKASI YANG SEPERTI DIBUAT KURANG MAKSIMAL DAN TERLIHAT HANYA SEPERTI TEMPLATE AGAR TERLIHAT MENDONGKRAK KREDIBILITAS DI SEKTOR INFRASTRUKTUR IT DAN DIGITALISASI MERATA DI JAKARTA. MUNGKIN BANYAK PIHAK YANG AKAN TIDAK SUKA DENGAN AKSI SAYA SAAT INI, BUT TO BE HONEST, HAMPIR SELURUH JAKARTA MENGGUNAKAN APLIKASI INI DENGAN SEMUA IZIN YANG DI ALLOW DI PERANGKATNYA DAN I ADMIT IT,” demikian bunyi kalimat saat aplikasi JAKI diduga diretas.

Pihak JAKI merespons soal dugaan peretasan aplikasi milik Pemprov DKI itu. Pihaknya melakukan deteksi untuk mitigasi gangguan, mengutip Detik.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang diakibatkan gangguan teknis yang baru-baru ini terjadi,” tulis di akun resmi JAKI.

“Kami berupaya untuk melakukan deteksi dan respons cepat untuk memitigasi segala gangguan untuk menjaga keamanan dan privasi data pengguna JAKI,” lanjutnya.

Namun begitu, pantauan CNNIndonesia.com, aplikasi JAKI sudah kembali beroperasi normal pada Rabu pagi (13/12).

Aplikasi ini juga mendapat sorotan warganet. Bahkan, sampai Rabu pagi pukul 09.00 WIB, isu mengenai JAKI masih menjadi salah satu trending topic yang ramai dibahas di X (sebelumnya Twitter).

Salah satu akun, @rahmimi sempat mengkritik aplikasi JAKI dan mendapat respons beragam dari akun lainnya. Akun @rahmimi menyebut bahwa sebetulnya aplikasi JAKI tidak berguna.

We, Jakartans, know exactly how nonsense & useless JAKI is. Stop trying to bring the trash to the table. You’re applying the job to be the next leader of a country with 250+++ millions of population,” tulisnya di Twitter.

Namun, akun lainnya merespons dengan menyatakan bahwa aplikasi itu cukup membantu. Beberapa menceritakan pengalamannya menggunakan aplikasi tersebut.

Mbaknya mungkin bisa kasih contoh apa saja yang useless dari JAKI? Saya sering pakai dan mendapat respons yang baik,” tulis akun @kura2giok.

Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi juga merespons cuitan tersebut dan mengatakan bahwa dirinya puas menggunakan aplikasi tersebut.

Saya 2x pakai buat lapor ada warga bakar sampah di Waduk Brigif. Langsung direspon, warga didatangi, dan tak ada lagi bakar2 sampah. Mantap Jaki ini. Saya puas,” cuit Ismail Fahmi sambil menyatakan bahwa pernyataan tersebut bukan untuk membela Anies.

(tim/dmi)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com