Mengenal ‘Body Count’ yang Viral di TikTok, Bukan soal Korban Jiwa

Sejumlah fitur Instagram dan Youtube Shorts dinilai mengekor TikTok demi bisa bersaing dengan media sosial asal China itu.

Jakarta, CNN Indonesia

Para pengguna TikTok punya istilah terbaru yang viral, yakni ‘body count’. Bukan terkait dengan jumlah korban jiwa, lalu apa artinya istilah tersebut?

TikTok merupakan salah satu media sosial paling populer di dunia. Menurut situs Demandsage, TikTok memiliki pengguna 1,53 miliar hingga awal tahun 2023 ini.

Itu artinya, 30,25 persen pengguna internet adalah pemakai TikTok. Indonesia sendiri menempati peringkat keempat dengan jumlah pengguna TikTok terbanyak yakni 277.534.122, di belakang Amerika Serikat, China, dan India.

Salah satu istilah yang sudah akrab di telinga adalah FYP yang berarti kepanjangan dari For Your Page. Secara sederhana, FYP berarti beragam video dari pengguna lain yang mampir di linimasa Anda saat membuka TikTok.

Selain FYP, ada istilah lain yakni ‘body count’. Secara harfiah, istilah itu berarti jumlah tubuh.

Namun, mengutip Pop Buzz, body count dalam pengertian TikTok berarti jumlah orang yang pernah berhubungan seksual dengan Anda.

Biasanya, istilah ini dipakai pengguna TikTok untuk menanyakan jumlah orang yang pernah berhubungan seksual dengan pengguna lainnya. Meskipun, istilah body count sebetulnya tidak bermakna demikian.

Melansir HITC, body count sebetulnya berkaitan dengan jumlah korban meninggal akibat situasi tertentu seperti kecelakaan, bencana alam, atau perang.

Di TikTok, penggunaan istilah body count sempat mengundang kritik. Pasalnya, pertanyaan soal hubungan seksual dianggap privasi dan tidak seharusnya ditanyakan oleh orang asing.

@14ktim What’s Your Body Count ✨High School Edition✨ Part 4😎 #SoundcoreGoForGold #comedy #virall #fypシ #bodycount #highschool #nbayoungboy #liar ♬ The Assignment – Tay Money

Akan tetapi, beberapa pengguna TikTok lainnya lebih memilih santai. Alih-alih tersinggung, mereka justru menganggapnya sebagai candaan.

Di TikTok, beragam video yang menggunakan #bodycount dengan jumlah views mencapai 735,2 juta. Rata-rata video yang memakai #bodycount merupakan video wawancara terhadap banyak orang soal body count mereka.

Meski kerap digunakan, tak jarang ada pengguna TikTok yang masih bingung dengan istilah ini seperti pengguna dengan nama @karlota.emilie.

Terpisah, Radius Setiyawan, Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) UM Surabaya, Kamis (19/1/23), terkait berbagai tren di TikTok, termasuk soal ngemis online, meminta terutama para orang tua dan guru untuk mendampingi anak dalam memilah tren di media sosial.

“Peran pendidik, orang tua, masyarakat dalam hal ini sangat dibutuhkan untuk mendampingi anak dalam memilih dan memilah informasi agar setiap tontonan yang dipilih memiliki nilai dan manfaat sesuai usianya, apalagi Tik Tok ini kan digandrungi oleh semua usia,” kata dia, dikutip dari situs UM Surabaya.

“Tentunya apabila hal ini dibiarkan, platform media sosial akan dipenuhi konten-konten yang tidak bermutu dan berdampak pada kualitas generasi ke depannya,” tandas dia.

(lth/arh)






Sumber: www.cnnindonesia.com